Bayi Perempuan Penderita Hydrochepalus di Bone Butuh Bantuan

Bayi Perempuan Penderi Hydrochepalus di Bone Butuh Bantuan
Bayi Perempuan Penderi Hydrochepalus di Bone Butuh Bantuan

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Seorang bayi perempuan, Syifa Binti Syarif hanya bisa terkulai tak berdaya akibat menderita penyakit Hydrochepalus atau pembengkakan kepala akibat cairan yang memenuhi otak dan jaringan tulang belakang.

Bayi Syifa dilahirkan di Rumah Sakit Kota Pare-Pare sejak 3 bulan lalu. Namun, bayi malang ini kondisinya sudah seperti itu, namun karena keterbatasan biaya, ibunya, Nurlina (45) terpaksa meminta agar bayinya dikeluarkan, terlebih karena tidak diampingi suaminya, Syarif (47) ayah kandung dari bayi tersebut saat ini merantau di Malaysia.

Bayi tersebut kemudian dibawah oleh ibunya ke rumah Keluarganya yang di Lingkungan Cellu Rilau, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, namun sejak 3 minggu berada di rumah tersebut, kepala Bayi ini semakin membengkak.

“Saya bawa ke sini untuk berobat dukun, karena tidak ada biaya untuk berobat ke dokter,”ujar Nurlina di depan wartawan, Selasa, (3/2/2016).

Pihak Puskesmas Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur yang dihubungi akhirnya mendatangi penderita dan langsung menyarankan untuk segera dibawa ke RSU Tenriawaru.

“Kita akan bawah dulu ke RSU Tenriawaru, tapi kalau memang nantinya dibutuhkan perawatan lebih lanjut, mungkin akan dirujuk di Makassar,”Kata dr. Andi Reski Soraya, salah seorang Dokter Puskesmas

Reski menyayangkan pihak keluarga dari bayi ini yang terlambat menghubungi pihak medis setempat, karena menurutnya penyakitnya semakin parah bahkan cairan yang memenuhi kepala bayi tersebut sudah keluar dari kulit kepala sehingga rawan terkena infeksi.

“Yang kita takutkan jangan sampai terjadi infeksi, makanya nanti akan diperiksa dulu kondisinya, apakah kondisinya bisa langsung dioperasi atau tidak, karena informasinya lambat,”ujarnya.

Kini, bayi malang tersebut dibawah ke RSU Tenriawaru untuk menjalani perawatan intensif. (Yus)

Baca Juga

Jelang Pilkada 2017, Begini Cara Fahsar Dekati Pemilih di Bone

Dinkes Bone Belum Temukan Virus Zika

Jembatan Rusak, 8 Desa di Bone Terancam Terisolasi

Bandara Arung Palakka Bone Resmi Beroperasi


Comment