
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Harga mobil dinas bupati Kabupaten Bone mencapai Rp1,7 miliar. Jumlah tersebut bersumber dari anggaran daerah. Hal ini dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016.
Jumlah yang begitu besar, pengadaan mobil dinas tersebut mendapat sorotan dari beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone. Pasalnya, harganya sangat mahal. Hal tersebur merupakan pemborosan anggaran.
Anggota DPRD Bone, Adriana mengatakan, masalah usulan pembelian mobil dinas bupati sudah seharusnya dibahas ulang oleh Badan Anggaran. Pasalnya, masih ada pihak yang melanggar prosedur penetapan anggaran. Sebab, nilai mobil yang disepakati Komisi I tidak sesuai.
“Kami di Dewan akan menjadi bahan pembicaraan masyarakat bila menyetujuinya,” ujar politikus Partai Amanat Nasional itu kepada BERITA-SULSEL.COM, Jumat (15/1/2016).
Menurutnya, DPRD tidak bermaksud menentang pembelian mobil dinas baru untuk operasional bupati. Meskipun, mobil dinas yang lama dinilai sudah tidak layak. Namun pembelian mobil baru harus memenuhi sejumlah syarat.
Selain harganya tidak terlalu mahal, pembelian mobil baru dilakukan setelah mobil lama dilelang. “Itu yang menjadi rekomendasi Komisi I kepada Badan Anggaran, kenapa sekarang berubah,” katanya..
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bone Andi Amin Mangunsara mendukung pengadaan mobil dinas baru bagi bupati. Ia menilai, harga Rp 1,7 miliar sudah wajar.
“Mobil dinas lama jenis Toyota Harrier dinilai sudah tidak layak karena sudah tua. Ada beban psikologis jika bupati mengendarai mobil tua,”ungkapnya. (yus)
Baca Juga
Pemuda di Bone Ini Tega Bantai Ayah Kandungnya Hingga Tewas
Pidsus Kejari Watampone Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi di Bone
Kapolres Bone Raih Penghargaan Pertanian
Comment