
JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Hari Sarjana Nasional yang jatuh setiap 29 September ternyata tidak diketahui oleh sebagian besar sarjana. Padahal, seharusnya hari tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para sarjana yang akan menjadi agen dalam kemajuan bangsa.
“Aku enggak tahu kalau ada Hari Sarjana Nasional di Indonesia. Soalnya enggak pernah ada peringatannya juga,” tutur salah satu Sarjana Komunikasi bernama Annisa.
Cewek berambut pendek ini mengungkapkan, peringatan Hari Sarjana Nasional seharusnya bisa dimanfaatkan kalangan akademisi untuk mengatasi masalah sarjana di Tanah Air, seperti kasus wisuda bodong belum lama ini.
Sementara beberapa sarjana lain juga mengungkapkan pendapat serupa. Setelah kuliah selama bertahun-tahun, mereka baru tahu ada Hari Sarjana Nasional yang diperingati setiap setahun sekali.
“Baru dengar kalau ada Hari Sarjana Nasional. Itu fungsinya untuk apa saya juga enggak tahu,” tutur Sarjana Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI), Diba.
Dia menambahkan, sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Sarjana Nasional. Salah satunya, kata Diba, yakni membagikan beasiswa kepada para mahasiswa yang kurang mampu sehingga dapat menjadi seorang sarjana.
“Padahal bisa juga dibuat acara semacam motivasi supaya orang-orang mau punya pendidikan yang tinggi. Sayang, pada enggak tahu ada hari seperti itu,” ucapnya.
Sarjana Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS), bernama Ami juga tidak mengetahui adanya Hari Sarjana Nasional. Menurutnya, yang terpenting bukan peringatannya, melainkan tanggung jawab para sarjana kepada profesi yang digelutinya.
“Esensi Hari Sarjana Nasional menurutku enggak terlalu penting. Buat apa ada hari peringatannya kalo sarjana saja belum bisa ngasih kontribusi buat negara,” pungkasnya. (ft)
Comment