Hati-hati..! di Makassar Banyak Calo Kartu BPJS Kesehatan

Diskusi Terbuka. Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi terbuka bersama BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan di gedung Bakti, Jalan Mappanyuki Makassar, Rabu (25/11/2015).
Diskusi Terbuka. Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi terbuka bersama BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan di gedung Bakti, Jalan Mappanyuki Makassar, Rabu (25/11/2015).

BERITA-SULSEL.COM – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar Elsa Novalia mengeluhkan banyaknya pihak yang sering menyalahgunakan layanan BPJS untuk mengambil keuntungan pribadi.

“Hal ini yang kita perlu waspadai. Calon peserta harus berhati-hati dengan calo yang sering mencetak kartu BPJS Kesehatan. Ketika peserta menggunakan kartu itu, terkadang tidak terdaftar di rumah sakit,” kata Elsa saat menjadi pembicara dalam Round Table Disscusion (RTD) yang digelar Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan ini di gedung Bakti, Jalan Mappanyuki Makassar, Rabu (25/11/2015).

Selain itu, dia juga menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi agar pihak rumah sakit menangani peserta BPJS tertentu. “Kami tegaskan juga jika ada surat yang memakai logo BPJS dan meminta perawatan khusus peserta. Kami tegaskan itu tidak benar. BPJS tidak pernah mengeluarkan surat-surat seperti itu,” ucapnya.

Diskusi yang dipandu Sekertaris Pengda PJI Sulsel Hendra Nick Arthur ini juga menghadirkan Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Syamsulridzal, Humas BPJS Kesehatan Hamsir berinteraksi dengan sejumlah jurnalis dari berbagai media di Makasssar.

Kerjasama.Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi terbuka dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan di gedung Bakti, Jalan Mappanyuki Makassar, Rabu (25/11/2015). Kegiatan ini dilanjutkan dengan kerjasama.
Kerjasama.Pengurus Daerah Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi terbuka dengan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan di gedung Bakti, Jalan Mappanyuki Makassar, Rabu (25/11/2015). Kegiatan ini dilanjutkan dengan kerjasama.

Kabid Yanmed RS Wahidin dalam kesempatan itu mengeluhkan banyaknya rujukan sejumlah rumah sakit yang terlalu banyak di RS Wahidin menyebabkan terjadinya antrian pelayanan kesehatan peserta BPJS.

“Kadang dokter merujuk pasien yang bisa ditangani di RS daerah masuk ke RS Regional. Akibatnya peserta yang seharusnya bisa memperoleh pelayanan yang seharusnya terpaksa menunggu dan tidak mendapat kamar,” ucapnya.

Belum lagi, lanjutnya, banyak pasien yang memaksa masuk di unit gawat darurat padahal pelayanan masih bisa ditangani di puskesmas atau rumah sakit daerah. 

Baca Juga

Ini Faktanya BPJS Itu Menipu Rakyat Indonesia

Tak Ada Kesehatan Gartis di Wajo


Comment