
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Riset Kapolres Bone, AKBP Yuliar Kus Nugroho pada bidang pertanian dan holtikultura memiliki tagline “Back to nature” ini telah menghasilkan beberapa terobosan yang dirasakan oleh beberapa petani.
AKBP Yuliar Kus Nugroho mencontohkan secara langsung salah satu cara penanaman siung bawang, dalam 1X24 jam tunas bawang tumbuh, kepada para petani di Bone sejak Selasa (29/12/2015) lalu.
Diapun menjelaskan kepada petani di tempat riset di kawasan agrotecnopak Wollangi. “Potensi lahan, tanahnya subur, mempunyai endapan air dibawahnya yang cukup. Banyak, jadi harus dikurangi, Dengan cara dibuat saluran saluran, Jelas AKBP Yuliar.
Lanjut Yuliar mengungkapkan Wolangi nantinya di jadikan tempat salah satu pusat latihan pendidikan, diskusi dan experiment para petani, sehingga akan menghasiilkan keilmuan yang akan berguna buat para petani.
Menurut Yuliar, Daerah Wollangi memiliki lahan seluas 19 ha, saat ini ada berbagai jenis tanaman yang ditanam yakni, padi, jagung, bawang, sawi, bayam , mangga harum manis.
“Nantinya berbagai jenis tanaman holtikultura yang kami riset. kami lakukan semua ini di kawasan pertanian wollangi, penanaman padi akan membuat suatu terobosan yang bersejarah bagi para petani,”bebernya.
Dari hasil riset yang kami lakukan, Menurut, AKBP Yuliar Kus Nugroho lahan 1 hektar bisa bertambah minimal 3 ton gabah dari biasanya. “Kalau setiap hektar biasanya petani menghasilkan 5 ton, dengan cara ini yang di pakai petani akan bertambah minimal 3 ton, jadi total keseluruhan perhektar menghasilkan minimal 8 ton bahkan bisa bertambah menjadi 4 tonβ,pungkasnya.
Hasil riset Kapolres Bone tentang penanaman bawang ini, membuat kagum para petani, pasalnya bibit bawang yang ditanam petani dalam tempo 1 kali 24 jam sudah tumbuh tunas. Tidak hanya itu, setelah 3 hari penanaman, daun bawang tumbuh sekitar 3 cm tegak dan hijau. Padahal biasanya petani harus menunggu beberapa hari untuk melihat tunas bawang ini tumbuh.
Ada beberapa jurus khusus dalam bercocok tanam yang diterapkan Kapolres Bone, salah satunya adalah budidaya singkong dimana singkong yang dihasilkan bisa sebesar kepala orang dewasa. pola ini pun telah dipraktekkan beberapa petani di Bone.
“Semoga riset dan uji coba langsung dilapangan ini nantinya berguna bagi petani. Mudahan ini menjadi sebuah terobosan untuk penanaman bawang di Bone,” ujar Mantan Kapolres Tana Toraja
Saat ini, lanjut Kapolres Bone, petani hanya menunggu hasil dari penanaman bawang ini, semoga siung dari bawang menghasilkan anakan bawang yang cukup banyak dan bila pola tanam ini berhasil, maka akan disampaikan kepada petani lainnya, garap Motto Kapolres Bone “Petani di paksa Kaya” ini dapat terwujud. (Yus)
Baca Juga
Pemuda di Bone Tikam Pacarnya di Akhir Tahun 2015
Pemkab Bone Sambut Tahun Baru 2016 dengan Doa Dan Zikir
Harisma Bone Pecundangi UNM di Kompetisi Bola Basket
Comment