Paket Perempuan Bisa Hadir di Pilkada Takalar

Tenri Olle YL - Suzanna Kaharuddin
Tenri Olle YL – Suzanna Kaharuddin

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dalam politik tidak mengenal jenis kelamin. Hal ini sejalan dengan politik Indonesia yang saat ini mulai diisi kaum hawa. Perempuan hadir sebagai aktor politik dan berjuang menegakkan derajat haknya.

Kekuatan ini bisa hadir di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupetn Takalar 2017 mendatang. Disana ada Tenri Olle Yasin Limpo dan Suzanna Kaharuddin. Kedua adalah perempuan yang memiliki kekuatan politik yang cukup besar.

Hal ini disampaikan Direktur Komunikasi Lensa Demokrasi, Achmad Shabir, Selasa (19/4/2016). Menurutnya, jika Tenri Olleh Yasin Limpo dan Suzanna Kaharuddin menjadi pasangan politik di Pilkada Takalar, hal itu akan menjadi sejarah baru di Indonesia.

“Kedua memiliki kualitas maupun kredibilitas yang cukup baik di masyarakat, kedua adalah tokoh partai. Tenri Olle adalah ketua Partai Golkar, sedang Suzanna Kaharuddin juga ketua DPP PKPI Sulsel. Dan saat ini memiliki tiga kursi di Parlemen Takalar,” jelasnya.

Menurutnya, kelahiran regulasi untuk memperkuat keterwakilan perempuan di parlemen melalui UU Nomor 2/2011 tentang Parpol. Dalam UU itu secara eksplisit diwajibkan ada 30 persen perempuan dalam struktur pengurus harian parpol menjadi sebuah terobosan baru.

“Kita tak usah mengambil contoh dari luar, Megawati Soekarnoputri telah menjadi bukti nyata bagi perempuan. Selain menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan, ia juga telah mengukir sejarah panggung politik Indonesia dengan menjadi presiden perempuan di negeri ini,” jelasnya.

Karena itu, jelas Abe, sapaan akrab Achmad Sabir, perubahan yang dilakukan Megawati menjadukan perempuan sebagau kekuatan politik sangat besar. “Kehadiran Tenri Olle YL dan Suzanna Kaharuddin di Takalar bisa memberikan perubahan besar bagi politik perempuan di Sulsel,” ujarnya.

Sementara itu, pengiat ekonomi dan politik Universitas Negeri Makassar (UNM) Ir Abdul Haris SE MM mengatakan, perempuan memiliki berperan penting dalam keberlangsungan pertarungan politik.

Dulu, kata Haris, laki-laki mendominasi area pertarungan politik. Sejak lima belas tahun terakhir, perempuan Indonesia turut meramaikan political battle fields itu, sebagai kekuatan politik alternatif yang terus menguat. (*)

Baca Juga

PKPI Buka Pendaftaran Calon Bupati Takalar

Gagal di Gowa, Tenri Olle YL Coba Keberuntungan di Pilkada Takalar

Syamsari Kitta Rangkul PDIP di Pilkada Takalar


Comment