
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pelabuhan Paotere merupakan salah tempat bersejarah di Kota Makassar. Keberadaannya sebagai pelabuhan rakyat menjadi roda perputaran ekonomi sebahagian besar masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakil Walikota Makassar, Dr. Syamsu Rizal MI saat membuka pameran dan lomba foto membingkai paotere yang diselanggarakan Fotograferna Makassar bekerjasama PT Pelindo IV Makassar, di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Jum,at (13/5).
Kehadiran Deng Ical, sapaan akrab Syamsul Rizal disambut dengan tarian empat etnis dari sanggar seni sirajuddin Gowa. “Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan rakyat yang penuh nilai makna sejarah yang ada di kota Makassar. Pelabuhan yang terletak di bagian utara kota Makassar ini memegang peranan penting sejarah bahari dari Kota Makassar Pada abad ke -14,” ujarnya.
Selain tempat tempat obyek wisata yang lain di Kota Makassar, Paotere merupakan salah satu tempat yang menarik untuk di kunjungi dan sayang untuk di lewatkan. Para wisatawan akan di suguhi deretan kapal rakyat khas Makassar dan sangat terkenal dengan sebutan Kapal Phinisi, serta kapal kapal motor nelayan yang sedang menunggu untuk berlayar ke tengah lautan. Paotere menjadi tempat niaga para Nelayan dengan di bangunnya Pempat Pelelangan Ikan yang di bangun pemerintah.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat Makassar, khususnya di sekitar pelabuhan Poetere menyambung silahturahmi dengan fotogragerna Makassar,” ujarnya.
Pameran foto ini akan mengangkat salah satu budaya yang ada di Makassar, termasuk pelabuhan Paotere yang juga icon Makassar saat ini.
“Kita bisa bangga dengan keberadaan Paotere. Secara tidak langsung teman-teman fotografer telah menjual pelabuhan Potere kepada dunia,” ujarnya.
Kata dia, selaian menjadi tempat pariwisata, Paotere juga difungsikan sebagai pelabuhan rakyat dalam melayani kapal kapal kecil dan tradisonala lainnya.
“Kami tentunya berharap kegiatan seperti terus dilakukan,”ujarnya. (*)
Baca Juga
Disperindag Makassar Brantas Penjualan Miras Tanpa Izin
Jelang Ramadhan, Walikota Makassar Minta Peredaran Miras Dihentikan
Comment