[caption id="attachment_8721" align="aligncenter" width="634"] Ryan Latief[/caption]
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan berduka atas meninggalnya legenda tinju dunia, Muhammad Ali, Jumat (3/6/2016), (Sabtu WIB) akibat komplikasi penyakit parkinson yang dideritanya.Sebelumnya Muhammad Ali sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernapasan. Namun, sumber NBC mengatakan, kondisi Ali semakin memburuk.Mantan juara dunia tinju kelas berat itu dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (2/6/2016) malam atau Jumat dini hari WIB."Kami Keluraga besar Pertina SulSel turut berduka cita atas meninggalnya petinju dunia legendaris Muhammad Ali. Innalillahi wainnailahi Radjiun selamat jalan Sang Legenda Tinju. semoga Allah memberikan tempat yang mulia disisinya," ujar Ryan Latief, Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Sabtu (4/6/2016).
[caption id="attachment_8744" align="aligncenter" width="511"] Muhammad Ali[/caption]
Sebelumnya, juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell, secara resmi mengumumkan kepergian petinju yang pernah menjadi ikon dunia pada 1960-1970-an ini. "Setelah 12 tahun berjuang mengatasi sindroma parkinson, Muhammad Ali, meninggal dunia pada usia 74 tahun," kata Gunnell.Muhammad Ali, yang bernama asli Cassius Clay, dilahirkan di Kentucky pada 1942. Ia menjadi juara dunia pada 1964 dan gelarnya dicopot karena menolak ikut wajib militer pada 1967.Pada 1970, ia kembali ke atas ring setelah masa hukumannya berakhir. Pada 1974, ia merebut kembali gelar juara dunia dengan mengempaskan George Foreman di Kinshasha, Zaire. Pada 1978, ia kehilangan gelarnya setelah kalah dari Leon Spinks, tetapi mampu merebut kembali dalam pertarungan ulang. (*)
Ryan Latief
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan berduka atas meninggalnya legenda tinju dunia, Muhammad Ali, Jumat (3/6/2016), (Sabtu WIB) akibat komplikasi penyakit parkinson yang dideritanya.
Sebelumnya Muhammad Ali sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernapasan. Namun, sumber NBC mengatakan, kondisi Ali semakin memburuk.
Mantan juara dunia tinju kelas berat itu dilarikan ke rumah sakit pada Kamis (2/6/2016) malam atau Jumat dini hari WIB.
“Kami Keluraga besar Pertina SulSel turut berduka cita atas meninggalnya petinju dunia legendaris Muhammad Ali. Innalillahi wainnailahi Radjiun selamat jalan Sang Legenda Tinju. semoga Allah memberikan tempat yang mulia disisinya,” ujar Ryan Latief, Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Sabtu (4/6/2016).
Muhammad Ali
Sebelumnya, juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell, secara resmi mengumumkan kepergian petinju yang pernah menjadi ikon dunia pada 1960-1970-an ini. “Setelah 12 tahun berjuang mengatasi sindroma parkinson, Muhammad Ali, meninggal dunia pada usia 74 tahun,” kata Gunnell.
Muhammad Ali, yang bernama asli Cassius Clay, dilahirkan di Kentucky pada 1942. Ia menjadi juara dunia pada 1964 dan gelarnya dicopot karena menolak ikut wajib militer pada 1967.
Pada 1970, ia kembali ke atas ring setelah masa hukumannya berakhir. Pada 1974, ia merebut kembali gelar juara dunia dengan mengempaskan George Foreman di Kinshasha, Zaire. Pada 1978, ia kehilangan gelarnya setelah kalah dari Leon Spinks, tetapi mampu merebut kembali dalam pertarungan ulang. (*)
Comment