Cegah Kanker Serviks, BBPOM di Makassar Rampungkan Vaksinasi HPV Dosis 3

BBPOM di Makassar Menggelar Vaksinasi HPV Dosis 3 dan Edukasi Obat Aman

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar berkolaborasi dengan KORPRI Pusat merampungkan pemberian vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga. Kegiatan pencegahan kanker serviks ini berlangsung di Aula Baji Minasa BBPOM di Makassar pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Sebanyak 270 peserta dari kelompok remaja putri hingga perempuan usia produktif antusias mengikuti agenda tersebut. Langkah ini menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan reproduksi perempuan sekaligus upaya pencegahan penyebaran HPV secara luas.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef, menjelaskan bahwa pemberian dosis ketiga ini menjadi penutup dari rangkaian vaksinasi setelah enam bulan dosis pertama diberikan.

“Dosis ketiga merupakan dosis terakhir yang kami berikan setelah enam bulan vaksinasi HPV dosis pertama. Tujuannya tentu memberikan perlindungan maksimal sekaligus menciptakan kekebalan komunal,” ujar Yosef.

Ia menambahkan bahwa program ini merujuk langsung pada arahan Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Melalui arahan tersebut, Badan POM terus berkomitmen hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat demi meningkatkan derajat kesehatan nasional.

“Rangkaian vaksinasi HPV dari dosis pertama hingga ketiga adalah bentuk upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Kita harus mencegah bahaya kanker serviks sejak dini. Kesehatan merupakan investasi jangka panjang, terutama bagi perempuan yang kelak melahirkan generasi penerus bangsa,” kata Yosef.

Selain itu, Yosef memastikan seluruh masyarakat tidak perlu ragu mengikuti program imunisasi ini. BPOM telah mengevaluasi mutu, keamanan, dan khasiat vaksin tersebut secara ketat sebelum menerbitkan izin edar.

Edukasi Kosmetik Aman dan Prinsip Cek KLIK

Selain menggelar vaksinasi, BBPOM di Makassar memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai keamanan obat dan makanan. Yosef mengingatkan publik agar memilah produk kosmetik secara cerdas dan tidak mudah tergiur promosi instan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur iklan kosmetik atau skincare yang menjanjikan hasil putih secara instan. BPOM tidak pernah menyetujui klaim memutihkan secara cepat. Produk tanpa izin resmi berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, serta asam retinoat,” tegas Yosef.

Yosef mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan produk obat, kosmetik, suplemen, maupun makanan olahan. Selanjutnya, masyarakat dapat memeriksa legalitas produk secara mandiri melalui aplikasi BPOM Mobile.

Waspada AMR dan Program Ayo Buang Sampah Obat

Di samping isu kosmetik, Yosef menyoroti ancaman serius Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba yang kini menjadi tantangan kesehatan global.

“Jangan pernah membeli antibiotik tanpa resep dokter karena tidak semua penyakit memerlukan antibiotik. Jika dokter sudah meresepkan antibiotik, pasien harus meminumnya sampai habis meski kondisi tubuh sudah terasa membaik,” lanjutnya.

BBPOM di Makassar juga memperkenalkan program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO). Program ini bertujuan mencegah penyalahgunaan obat kedaluwarsa serta menjaga kelestarian lingkungan dari limbah bahan berbahaya.

“Masyarakat bisa membawa sampah sisa obat yang tidak terpakai ke kantor BBPOM di Makassar atau apotek bertanda khusus. Petugas akan memusnahkan obat tersebut secara benar agar tidak mencemari lingkungan,” jelas Yosef.

Untuk konsultasi maupun pengaduan terkait obat dan makanan, BBPOM di Makassar menyediakan layanan komunikasi 24/7 melalui nomor WhatsApp 0852-11111-533 dengan kerahasiaan identitas pelapor yang terjamin.

Melalui edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor ini, BBPOM di Makassar terus memperkuat fondasi kesehatan masyarakat demi menyambut Indonesia Emas 2045.


Comment