
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi bakal menutup lima perguruan tinggi swasta (PTS) bermasalah di wilayahnya, dalam waktu dekat ini.
Namun sebelum menutup lembaga PTS tersebut, pihak Kopertis IX mendalami aspek hukum terkait rencana tersebut. Selain itu, Kopertis juga memikirkan nasib mahasiswa yang kampusnya bakal ditutup tersebut.
Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih MP mengatakan, Universitas Karya Dharma Makassaar (UKDM) tak memiliki mahasiswa, dosen dan staf yang jelas.
Baca Juga : Kemenristekdikti Anggap Wisuda Universitas Karya Dharma Makassaar Ilegal
“Hasil dari tim evaluasi menunjukkan tak ada lagi mahasiswa dan dosen yang harus diselamatkan. Pasalnya, di atas kertas pihak UKDM tidak bisa memperlihatkan hal tersebut,” jelas Prof Niar belum lama ini.
Ketika ditanya apakah UKDM juga masuk dari lima kampus yang terancam ditutup, Prof Niar mengaku belum bisa menyebutkannya. Namun, melihat dari semua syarat, UKDM menjadi salah satu perhatian pihaknya.
“Nama-nama PTS yang akan ditutup dirapatkan. Namun belum bisa kami sebutkan, kita tinjau secara mendalam dari aspek hukum dan yang paling kita pikirkan tentu mahasiswa di PTS tersebut,” terangnya.
Terkait penutupan kampus dalam waktu dekat ini, jelas Prof Niar, jika PTS tersebut sejak awal bergabung dengan Kopertis IX sudah meneken pakta integritas, berisi tanggung jawab dan kewajiban. Jadi PTS tidak melakukan beberapa syarat, maka bisa direkomendasikan ditutup.
Prof Niar juga bercerita, pernah ada sekitar 20 orang yang mengatasnamakan mahasiswa UKDM mendatangi kantor Kopertis untuk dialog namun saat diperiksa kartu mahasiswa hanya ada satu orang yang punya.
“Pernah kami didatangi 20 an mahasiswa, lalu kami terima dengan syarat perlihatkan kartu mahasiswa dan ternyata hanya ada satu orang yang punya itupun masih UVRI” tutur Prof Niar.
Jadi tak bisa dipastikan mereka tidak punya nomor induk mahasiswa. Adapula ditemukan mahasiswa yang baru enam bulan kuliah sudah ikut wisuda Mei lalu.
“Jadi tidak ada lagi yang bisa diselamatkan disana karena tidak ada mahasiswanya, hasil evaluasi ini akan menjadi acuan terbitnya SK Penutupan,” tegas Prof Niar. (*)
Comment