Seperti ini Suasana Penyerahaan Infaq dan Sedekah di Lapangan Karebosi

Seperti ini Suasana Penyerahaan Infaq dan Sedekah di Lapangan Karebosi
Seperti ini Suasana Penyerahaan Infaq dan Sedekah di Lapangan Karebosi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Suasana haru tiba-tiba menyelimuti Tribun Karebosi saat Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyampaikan sambutannya pada penyerahan Infaq dan Sedekah Pejabat Pemkot Makassar kepada Baznas Kota Makassar, dan penyerahan bantuan Wali Kota Makassar kepada pengabdi pada Bidang Mensprit (Mental Spiritual), Rabu (29/6/2016).

Di akhir sambutannya, suara Danny tiba-tiba terdengar serak menahan emosi. Bayangan Ramadan yang tak lama lagi berlalu menyisakan keharuan bagi Danny. “Ramadan ini bulan mulia. Manusia itu kan banyak dosa, Ramadan menjadi pintu bagi umat muslim untuk kembali fitrah,” tutur Danny, haru.

Danny teringat kebiasaannya bersama orang-orang yang berada di lingkungan tempat tinggalnya. Tiga hari di penghujung Ramadan, Danny bersama orang-orang tua berangkulan, saling meminta maaf, dan tak jarang menitikkan air mata.

Keharuan itulah yang membayang dan membuat orang nomor satu di Makassar itu merasa haru saat berada di tengah-tengah alim ulama, pemandi jenazah, guru mengaji, dan hafiz Al Qur’an yang mayoritas berusia senja.

Bertepatan dengan 24 Ramadan 1437 Hijriah, Danny menyerahkan bantuan kepada 1.300 imam rawatib, 2.500 guru mengaji, dan 850 pemandi jenazah. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada ulama, dan hafiz Al Qur’an.

Hari itu juga diserahkan infak dan sedekah yang bersumber dari pejabat lingkup Pemerintah kota (Pemkot) Makassar kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota Makassar.

Danny mengingatkan zakat adalah kewajiban umat Islam. Zakat menjadi penyelamat bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. “Potensi zakat di pemerintah kota sangat besar. Titipkanlah harta kita melalui Baznas. Camat beserta Pimpinan SKPD harus menjadi contoh, setelah itu lurah beserta RT/RW dan pegawai,” tegas Danny.

Sementara itu, bagi pengabdi di bidang mental dan spiritual, Danny menyebutnya sebagai pejuang – pejuang akhlakul kharimah. Ia mengharapkan lewat pengabdian mereka, akhlakul kharimah menjadi penopang dalam pembangunan Makassar.


Comment