
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar mengarahkan setiap calon pekerja atau yang berstatus pengangguran untuk bekerja disektor karya. Meraka akan memperoleh fasilitas pelatihan berbasis keterampilan sehingga bisa terserap pada industri padat karya maupun sektor lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar Andi Bukti Djufri mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka yang relatif tinggi di Makassar juga dipicu minimnya kemampuan tenaga kerja usia produktif terkhusus dari sisi keterampilan kerja.
“Pendataan, identifikasi tenaga kerja di beberapa titik di Makassar sedang kami lakukan, di mana selanjutnya mereka yang terdata akan mengikuti pelatihan,’ katanya, Rabu (21/9/2016).
Menurutnya, tingkat pengangguran di Makassar sejauh ini berada pada level 11% dari total penduduk berklasifikasi usia produktif dan tersebar pada beberapa wilayah administrasi kecamatan di kota tersebut.
Adapun pelatihan bagi pengangguran tersebut merupakan bagian dari Program Lorong Bebas Pengangguran yang mana bakal diperuntukkan bagi masyarakat yang berdomisili di permukiman padat serta memiliki kualifikasi pendidikan formal yang rendah maupun putus sekolah.
Selain itu, Pemkot Makassar juga bakal memprioritaskan pemberdayaan pengangguran untuk dilibatkan dalam sejumlah pengerjaan fisik akses jalan pada beberapa titik permukiman penduduk.
“Kami sebutnya pembangunan jalan lingkungan, seperti pemasangan paving block. Tentu mereka yang diberdayakan agar ada kesibukan meski ini untuk jangka pendek. Untuk jangka panjangnya, melalui fasilitas pelatihan keterampilan,” katanya.
Untuk tenaga kerja produktif dengan berkualifikasi sarjana ataupun diploma yang belum terserap, telah dilakukan serangkaian bursa kerja atau job fair dengan menggandeng perusahaan yang beroperasi di Makassar.
“Jadi program pengurangan angka pengagguran ini kami lakukan secara simultan, untuk seluruh segmen tenaga kerja yang belum terserap, kami fasilitas mereka.”
Comment