
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dorongan kepada akademisi untuk maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) semakin bertambah. Kali ini datang dari Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Dr.H.Usman Jasad, M.Ag. Senin (03/10/2016).
Usman Jasad menilai akademisi punya kemampuan menganalisa permasalahan dengan mengedepankan Objektifitas. Hal ini merupakan poin penting dalam membangun suatu daerah.
Menurut Ujas sapaan Usman Jasad, salah satu kelebihan yang dimiliki Akademisi adalah memiliki prinsip akademik yang dipegang teguh seperti objektifitas, kebenaran dan keabsahan data sehingga lebih mudah mendapat kepercayaan publik.
“Salah satu tradisi terbaik Akademisi adalah kekuatan analisa Akademik, objektifitas, dan kebenaran untuk kepentingan orang banyak ini jadi modal Awal,” kata Ujas
Namun menurut Ujas untuk menjadi seorang kepala daerah kekuatan akademik yang dimiliki belum cukup tanpa dibarengi kemampuan dibidang politik. “Politik itu tidak selalu Objektif, dipolitik unsur-unsur subjektif jauh lebih menonjol,” imbuhnya.
Ia beranggapan banyak Akademisi yang gagal di Pilkada bukan karena tidak memiliki nilai jual melainkan tidak mampu mengikuti ritme politik. “Politik orang tidak berbicara nilai tapi bicara Strategi,” Ungkapnya.
Ujas juga menambahkan jika seorang akademisi ingin bertarung, maka harus membangun komunikasi dengan partai. “Bertarung dengan jalur independen sampai hari ini belum mampu mengimbangi kekuatan partai,” kata Ujas yang juga Pemilik PT.Ujas Tour ini. (ram)
Comment