
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Kegiatan ini bertujuan mendorong dan mengembangkan keterampilan setiap mahasiswa. Thinking Skills adalah keterampilan yang dibutuhkan setiap mahasiswa berpikir untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. Hal ini harus dipadukan dengan living skills atau keterampilan beradaptasi dalam bermasyarakat.
Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Bhakti Bumi Persada yang membina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar, HA Mustaman setelah meninjau pelaksanaan latihan kepemimpinan kepada wartawan di kampusnya di Jalan AP Pettarani, Jumat (7/10/2016).
HA Mustaman mengapresiasi setiap kegiatan sosial yang dilaksanakan mahasiswa, termasuk latihan dasar kepemimpinan yang dilaksanakan Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) STIE Wira Bhakti Makassar.
“Selama kegiatan itu sifatnya positif dan memberi manfaat bagi banyak orang, termasuk mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan dan skilnya, saya selalu memberikan dukungan,” ujar Andi Mustaman kepada wartawan saat ditemui di ruangannya, Jumat (7/10/2016).
Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Wira Bhakti Makassar, Ir Abdul Haris SE MSi mengatakan, selain menyediakan fasilitas penunjang pendidikan bagi mahasiswa, pihaknya juga mendorong setiap peserta didik untuk mengembangkan diri dengan berbagai kegiatan diluar dari ruang kuliah, termasuk berorganisasi.
Kata dia, latihan kepemimpinan bertujuan mendorong setiap mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan atau skilnya. “Melalui pelatihan seperti ini, potensi atau bakat setiap mahasiswa akan terlihat,” paparnya.
Sementara itu, Sopian Tamrin SPd MPd yang hadir sebagai pemateri menjelaskan, latihan kepemimpinan merupakan ruang silaturahmi pengurus BEM yang produktif.
“Perubahan sosial yang begitu cepat tidak sebanding dengan perubahan mental masyarakat. Sehingga, kesenjangan ini harus disikapi dengan bijak. Untuk itu, dibutuhkan percepatan perkembangan mental. Hal ini dimulai dari mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan,” ujarnya.
Melalui latihan kepemimpinan ini, jelas Sopian, diharapkan tidak terjadi ketimpangan mental (cultural lag). “Dengan kegiatan seperti ini, saya kira bisa mendorong motivasi mahasiswa untuk terus belajar agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terus berjalan,”terangnya.
Melihat dinamika kepemimpinan saat ini, tambah Sopian, tentunnya dunia kampus dengan berbagai aktivitasnya bisa membentuk generasi yang berkarakter kuat.
“Tidak perlu menunggu untuk mengetahui bagaimana masa depan bangsa nantinya, cukup meliat pemudanya hari ini. Sebaliknya, untuk menghancurkan bangsa ini tidak usah bakar masjid dan gereja, cukup hancurkan mental pemudanya,”paparnya. (*)
Comment