Dengar Lagu Bugis, Ayah Pembunuh Anaknya di Bone Histeris

Amal, Pembunuh Anak Kandungnya dibawa polisi untuk jalani pemeriksaan kejiwaan di Makassar
Amal, Pembunuh Anak Kandungnya dibawa polisi untuk jalani pemeriksaan kejiwaan di Makassar

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Masih jelas diingatan kisah tragis bagaimana Riska binti Amal (3), balita yang dibunuh ayah kandungnya sendiri, Amal bin H Mattajang (39), saat tengah terlelap dibuai mimpi bersama ibu dan kakaknya di Desa Baringeng Kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Selasa (20/12/16) kemarin.

Baca Juga : Dramatis, Kisah Dibalik Pembunuhan Balita di Bone

Hari ini, ayah Riska, Amal bin H Mattajang, sekaligus pembunuhnya dibawa ke Makassar untuk diperiksa kejiwaannya serta memastikan apakah benar Amal mengalami gangguan jiwa atau tengah mendalami sebuah ajaran aneh yang menyesatkan.

Dalam perjalanan, Amal yang dikawal oleh Brigpol Hamzah, Brigpol Hadasri Halim dan Brigpol Stardy Faisal dari Polsek Libureng, tiba-tiba histeris saat mendengarkan sebuah lagu bugis yang diputar dalam mobil yang dikendarai keempatnya.

Baca Juga : Seorang Balita di Bone Meregang Nyawa Ditikam Badik Ayah Kandungnya

Dengan mengelus kepala Brigpol Hadasri Halim yang duduk tepat didepannya, seolah mengelus kepala Riska, Amal menangis dan menjerit memanggil nama putri bungsunya yang telah dia tikam menggunakan sebilah badik hingga meninggal dunia.

“Tidak ada niatku bunuh kamu, seandainya saya mau biarlah saya yang mati duluan, saya sayang sekali sama kamu nak, sedih kudengar ini lagu, biar saya yang pergi” jerit Amal dengan bahasa bugis. Baca Juga : KPUD Bone Selektif Gandeng Media Partner di Pilkada 2018

Ketiga polisi yang mengawalnya menggunakan kesempatan tersebut untuk bertanya kenapa Amal tega menghabisi nyawa putri bungsunya yang sangat disayanginya itu.

“Saya tidak mau bunuh anakku, itu pisau bagus, tenang anakku waktu kutusuk, mungkin sudah begini jalannya, sudah sampai tanggal merahnya” jeritnya lagi sambil menangis sejadi-jadinya. (Eka)


Comment