GOWA, BERITA-SULSEL.COM — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 09 Gowa resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan edukatif yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026 ini menjadi pijakan awal bagi para siswa untuk menyatu dengan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas tinggi.
Sebanyak 80 murid bersemangat mengikuti kegiatan ini. Komposisinya terbagi secara seimbang, yakni 40 murid jenjang SMP dan 40 murid jenjang SMA. Kepala SNT 09 Gowa, M. Syahrul, S.Pd., M.Pd., memimpin langsung jalannya acara bersama seluruh tenaga pendidik.
Pembukaan MPLS Ramah SNT 09 Gowa ini menandai babak baru dalam menghadirkan layanan pendidikan bermutu tinggi yang semakin dekat dengan masyarakat Sulsel. Oleh karena itu, acara ini mendapatkan perhatian luar biasa dari sejumlah tokoh dan pimpinan nasional.
Dukungan Penuh Tokoh Nasional untuk Ekosistem Pendidikan Mutu
Para pimpinan nasional memberikan apresiasi serta arahan strategis untuk membakar semangat para siswa baru.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, Ph.D., menekankan krusialnya kesiapan infrastruktur. Menurutnya, sekolah harus membangun sarana serta ekosistem penunjang yang solid agar proses belajar-mengajar berjalan optimal sejak hari pertama.
Selanjutnya, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, menyoroti pentingnya pembentukan karakter. Beliau menegaskan bahwa kejujuran dan akhlak mulia merupakan fondasi utama bagi calon pemimpin bangsa. Sebab, kecerdasan akademik tanpa integritas tidak akan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Himmat ul Aliyah, M.Si., mengimbau para murid untuk memperkuat iman dan takwa. Selain itu, beliau mendorong siswa untuk menguasai literasi digital dan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration). Dengan demikian, generasi muda dapat bersaing secara global tanpa kehilangan arah moral.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., turut meresmikan SNT sebagai wadah pembelajaran yang menyenangkan, khususnya bagi murid bermakat istimewa. Beliau meyakini bahwa lingkungan belajar yang ramah akan membebaskan siswa untuk bereksplorasi, berkreasi, dan menemukan potensi terbaik dalam diri mereka.
Menanamkan Jiwa Nasionalisme dan Kebersamaan
Setelah mendengarkan deretan arahan dari tokoh nasional, para peserta langsung mengikuti upacara bendera. Kepala BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan bertindak sebagai pembina upacara yang berlangsung khidmat tersebut.
Melalui upacara bendera, SNT 09 Gowa menanamkan nilai kedisiplinan, rasa cinta tanah air, dan semangat kebersamaan sejak dini. Selama lima hari penuh, para murid akan menjalani serangkaian program adaptasi yang menyenangkan. Langkah ini bertujuan untuk mempererat hubungan positif antara siswa, guru, dan teman sebaya.
Kepala SNT 09 Gowa, M. Syahrul, S.Pd., M.Pd., optimistis bahwa penggabungan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem terintegrasi akan mempercepat pembentukan budaya sekolah yang positif.
BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan pun berkomitmen penuh mendukung operasional SNT 09 Gowa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BBPMP, sekolah, dan orang tua akan menjadikan SNT 09 Gowa sebagai rumah belajar yang adaptif, aman, dan siap mengantarkan anak bangsa meraih masa depan gemilang.
Comment