
SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Hampir semau desa di Kabupaten Soppeng menolak biaya pemetaan desa yang diusulkan CV. Geo Energi Nusantara. Pasalnya biaya yang dibebankan terlalu tinggi, yakni Rp19 juta lebih.
Hal ini disampaikan Sekertaris Asiosasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Abdesi) Soppeng, Bahar Makmur, Rabu, (22//2/2017). Kata dia, sebelumnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Soppeng menggelar pertemuan dengan kepala desa dan menghadirkan CV Geo Energi Nusantara untuk melakukan presentase pemetaan desa, memberikan informasi dalam menentukan batas desa.
Baca Juga : Tata Ruang Desa di Soppeng Mulai Dibahas
“Anggaran yang ditawarkan terbilang tinggi. Namun, itu hanya estimasi. Ini harus disingronkan batas kabupaten, terus batas kecamatan, lalu desa,” jelas Obama sapaab akrab Bahar Makmur.
Untuk pembuatan batas, jelas Bahar, hal ini dikembalikan apakah itu menjadi kebutuhan setiap desa. Sebab, beberapa desa saat ini mengalami pemekaran.
Baca Juga : Malas Rapat, Dua Pejabat di Soppeng akan Diposisi
Berdasarkan informasi yang dihimpun berita-sulsel.com, biaya pemetaan desa yang ditawarkan CV Geo Energi Nusantara mencapai Rp 19.181.750.00. Jumlah tersebut terbagi atas pengadaan data awal Rp.200.000, akomodasi dan transportasi Rp 3.000.000, Forum Group Discussion (FGD) Rp. 2.600.000, survei Rp.1.575,000,00, pengolahan data Rp 900.000, cetak hasil Rp.600.000, pajak pekerjaan Rp. 2.206,750.
Baca Juga : Warga Labokong, Donri-donri Soppeng Protes Pekerjaan Talud Asal Jadi
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Soppeng A Agus Nongki yang dikonfirmasi via telepon selulernya tak memberikan jawaban. (henrik)
Comment