
PALOPO, BERITA-SULSEL.COM- Akibat memungut sumbagan ke siswa calon peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk mendanai pengadaan peralatan UNBK 2017, pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Palopo bakal menuai sanksi tegas dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Bahkan oknum Kepala Sekolah atau Kepsek di sekolah unggulan tersebut dikabarkan bakal mendapatkan sanksi pencopotan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo atau yang akrab disapa None.
Baca Juga : Sejumlah Cabor di Palopo Terancam Batal Jadi Tuan Rumah
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palopo, Megawati yang dikonfirmasi via telepon, Jumat sore (31/3/17), tak dapat mengelak adanya kabar kemarahan Kadis Pendidikan Provinsi, Irman Yasin Limpo terhadap adanya pungutan sumbangan di SMA 3 Palopo, yang dimana adik dari Gubernur Sulsel itu juga mengatakan akan mencopot Kepsek SMA 3 Palopo, saat pertemuan Komisi I DPRD Palopo dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat siang (31/3/17).
Baca Juga : Menuju Pilwalkot Palopo 2018, Basiruddin Rangkul WTL di Jakarta
“Kok tahu, ya memang betul pak Kadis mengatakan akan mencopot kepala sekolah saat dalam pertemuan tadi, tapi kami tidak berharap demikian, kami berharap kalau bisa jangan dicopot, mungkin masih bisa dibina dulu, “ujar Megawati.
Lebih jauh, Megawati menjelaskan pihak Dinas Pendidikan Provinsi tidak mengetahui adanya pungutan sumbagan ke siswa yang terjadi di SMAN 3 Palopo.
Baca Juga : Jelang Laga Eksebisi, PERGATSI Palopo Matangkan Persiapan
“Pihak Dinas tidak tahu hal tersebut, pak Kadis menyebutkan harusnya pihak sekolah yang belum memiliki peralatan untuk menggelar UNBK bisa bergantian dulu dengan sekolah lainnya yang sudah memiliki perlengkapan. Sepengetahuan pak Kadis, SMAN 3 Palopo sudah siap, nah pak Kadis juga menyayangkan tidak adanya komunikasi terkait hal tersebut, “tutupnya.(zadly)
Comment