Ini Pemicu Munculnya Kata Perampok Saat Walikota dan DPRD Palopo Rapat Tertutup

ilustrasi

PALOPO, BERITA-SULSEL.COM – Terkait insiden mencak-mencaknya Anggota Komisi II DPRD Palopo, Hamka Pasau saat berlangsungnya rapat tertutup DPRD Palopo dengan Walikota Palopo Judas Amir di Ruang Kerja Ketua DPRD Palopo Harisal A Latief, Senin siang (5/6/17), diduga dipicu persoalan hilangnya Aspirasi sejumlah anggota dewan.

“Saya keluar saja kalau begini, untuk apa rapat dengan orang yang tidak komitmen, perampok itu di dalam, “kata Anggota Komisi II DPRD Palopo, Hamka Pasau sembari menujuk ke arah tempat pelaksanaan rapat yang dihadiri oleh Walikota Palopo Judas Amir dan beberapa anggota DPRD Palopo yang hadir kala itu, termasuk Ketua DPRD Palopo Harisal A Latief, Senin siang (5/6/17).

Dari penelusuran berita-sulsel.com, sikap yang tunjukkan Hamka Pasau diduga adalah bentuk kekecewaan anggota dewan tersebut dengan pihak eksekutif, yang bukan hanya dirasakan oleh Hamka Pasau saja, namun banyak anggota dewan yang merasa kecewa.

“Ini bukan persoalan proyek, ini persoalan aspirasi kami yang banyak hilang, aspirasi masyarakat yang kami serap dan kami masukkan untuk direalisasikan, termasuk dalam bentuk fisik (proyek), itu hilang di beberapa SKPD, bahkan diambil oleh mereka, “jelas salah seorang sumber di DPRD Palopo yang minta namanya tidak disebutkan, Selasa pagi (6/6/17).

Kisru hilangnya Aspirasi sejumlah anggota dewan, kini nampak membuat hubungan antar pihak eksekutif dan legislatif di Palopo semakin retak, serta memanas, bahkan banyak pihak memprediksi hal tersebut bakal memunculkan babak baru jelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palopo 2018.(zadly)


Comment