Luar Biasa, Pria Gelandangan ini Sumbang Rp 132 Juta untuk Lembaga Sosial

Luar Biasa, Pria Gelandangan ini Sumbang Rp 132 Juta untuk Lembaga Sosial

BERITA-SULSEL.COM – Seorang pria gelandangan di Thunder Bay, Ontario, Kanada, membuat aksi yang menyentuh hati siapa pun. Ia menyumbang U$ 10.000 atau Rp 132 juta untuk mambantu program penjangkauan bagi gelandangan.

Menurut CTV News, Selasa 6 Juni 2017, pria itu memberi sumbangan yang begitu murah hati itu ke organisasi itu beberepa minggu lalu. Namun, Alexandra Calderon, pengelola organisasi yang menjalankan rumah singgah bagi gelandangan itu, baru mengumumkan pada hari Senin kemarin.

Calderon mengatakan pria gelandangan itu meminta namanya tetap dirahasiakan. Pria itu tiba di kantornya dan memberi cek U$ 10.000 untuk digunakan sebagai layanan Street Outreach Services (SOS), yang dihentikan sejak Maret lalu karena kekurangan dana.

“Saya benar-benar mengira saya keliru membaca jumlah uang di cek itu,’ kenangnya. “Saya terpana. Para pekerja sosial yang menyaksikan ada yang menitikkan air mata.”

Penyumbang anonim itu, sudah menjadi gelandangan selama 10 tahun terakhir. Ia dengan tegas menolak usaha Calderon untuk mengembalikan cek itu. Ia mengatakan dia ingin memastikan teman-temannya sesama gelandangan tetap aman dalam layanan organisasi itu.

“Dia memiliki hubungan pribadi dengan temannya sesama gelandangan yang tinggal di tempat penampungan atau yang ikut program terapi alkohol kami,” katanya.

Calderon mengatakan pendonor gelandangan itu mengatakan dia terdorong oleh seruan David Paul Achnesspineskum, CEO Matawa Firs Nation, agar masyarakat membantu menyelamatkan program SOS. Sehingga pendonor gelandangan itu merasa “bangga” bisa memberikan sumbangan tersebut.

“Kami mengatakan betapa bersyukurnya kami. Dan kami semua mulai memangis dan menangis,” ujarnya. “Ini adalah saat paling menakjubkan dalam hidup saya. Ini seperti mimpi.”

Program SOS menyediakan air, selimut dan layanan transportasi kepada anggota masyarakat berisiko seperti gelandangan.

Calderon mengatakan program penjangkauan itu berlangsung sejak jam 2 siang sampai jam 2 pagi. Program ini melibatkan dua petugas penjangkauan yang mengujungi tempat gelandangan berteduh untuk memastikan mereka melewati malam dengan aman.

Ia juga mengatakan program itu juga membantu meredakan ketegangan antara polisi dan gelandangan, dan mengantar serrta menjemput gelandangan ke rumah sakit.

Karena kekurangan dana, badan amal tersebut hanya menyediakan program SOS selama enam bulan yakni di musim dingin.

Badan amal itu telah menerima bantusan dana dari Balai Kota Thunder Bay dan Dewan Adminstrasi Pelayanan Sosial Distrik Thunder Bay, tapi dana itu tetap tidak cukup menjalankan program itu sepanjang tahun.

Calderon mengatakan bahwa mereka berharap bisa mengumpulkan sumbangan sebesar U$ 200.000 sehingga mereka bisa menjalankan program SOS sepanjang tahun.

Ia mengatakan pihaknya telah mengumpulkan U$ 100.000 dari jumlah target itu. Dia berharap bantuan gelandangan itu bisa mengerakkan hati masyarakat yang lebih mampu untuk berbuat lebih.

“Siapa pun yang saya ceritakan tentang kisah donatur gelandangan itu selalu ada air mata di mata mereka. Mereka umumnya sangat tersentuh,” katanya.

Jadi, siapa bilang kita lebih baik dari seorang gelandangan?

sumber : sooperboy.com


Comment