
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Anggoa Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendukung dibatalkannya rencana Kementerian Pendidikan Republik Indonesia terkait Full Day School.
“Kalau saya sangat setuju, saya salah satu orang yang tidak sepakat dengan sistem pembelajaran seperti itu,” ungkap Basdir, Selasa (20/6/2017).
Lanjutnya, pemerintah juga harus memikirkan bahwa sekolah tidak hanya berada di kota besar saja seperti di Makassar, Namun ada juga di kota kecil yang secara fasilitas belum memenuhi. Sementara, dikota kecil banyak fasilitas sekolah yang belum memenuhi untuk digunakan siswa di sekolah hingga sore hari.
“Kalau kita di Makassar sini, masih enak biar jam berapa pulang sekolah, kalau di sekolahnya lapar bisa jajan. Tapi bagaimana dengan sekolah-sekolah yang di kota kecil sana,” tuturnya.
Peningkatan kualitas pendidikan tidak dengan menambahkan jam belajar. Namun, siswa ini masih bisa mendapatkan pedidikan diluar dari lingkup sekolah. Sambil tetap ditopang dengan pendidikan formal disekolah.
“Bahkan banyak anak sekolah yang di kampung-kampung itu membantu orang tuanya ketika pulang sekolah,” ujarnya.
Free Day School merupakan rencana Kementerian Pendidikan Republik Indonesia untuk mengurangi jam belajar hingga hari jum’at. Namun menambah jam bejalar di sekolah hingga 8 jam, dianggap dapat mengurangi kebebasan anak.
Free Day School Ini sendiri telah dibatalkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, sejak kemarin 19 April 2017.
Comment