Partai yang Akan Digunakan Andi Mustaman di Pilwalkot Makassar 2018

Hasanuddin Leo Berharap Andi Mustaman Berjodoh dengan PAN di Pilwalkot Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Calon Wali Kota Makassar, Andi Mustaman saat ini gencar melakukan perburuan partai pengusung sebagai syarat utama untuk maju di Pemilihan Wali Kota Makassar Juni 2018 mendatang.

Tercatat, akademisi plus politisi ini secara resmi telah mendaftar di delapan partai politik (Parpol) yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) serta partai non parlemen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Peluang Andi Mustaman pun sangat terbuka lebar untuk mendapatkan rekomendasi dari delapan parpol tersebut. Dimana Aman sapaan akrabnya merupakan figur yang konsisten mematuhi segala mekanisme dan persyaratan yang dibebankan masing-masing partai.

Bahkan, Aman sapaan akrab Andi Mustaman telah mengikuti fit and proper tes atau wawancara di Partai Gerindra dan PDI-P. Eks legislator dua periode ini pun merupakan salah satu calon dari enam yang dinyatakan lolos ke tahap suvei yang akan dilaksanakan PAN.

Untuk Partai Gerindra, Aman merupakan calon yang tegas akan mendukung Prabowo Subianto pada pemilihan Presiden 2019 mendatang. Syarat ini merupakan penentu utama setelah melihat hasil survei oleh partai berlambang garuda tersebut.

Andi Mustaman saat mengembalikan Formulir Pendaftaran Calon Walikota Makassar di PBB

Selanjutnya, Wakil Ketua DPP Panca Marga ini berpeluang untuk mengendarai PBB, PPP dan Hanura. Dimana Aman memiliki kedekatan dengan tiga partai ini. Diketahui, saat maju di Pilkada Bone, Hanura merupakan partai pengsung utama tokoh penddikan Sulsel ini.

“Sembilan orang yang ikut fit and proper tes, diantaranya Danny Pomanto, Deng Ical, Andi Mustaman, Nunung Dasniar, Adi Rasyid Ali, Cicu, None, Haris YL dan Sri Rahmi. Kami tinggal menunggu hasil survei dari CRC yang kemudian akan dilanjutkan ke DPP Partai Gerindra,” ujar ketua deks pilkada Gerindra Makassar, Anshar Manrulu, Minggu, (16/7/2017).

Ansar menegaskan calon yang disung oleh Partai Gerindra harus memiliki komitmen untuk mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. Sehingga calon yang tidak memuni syarat ini dipastikan tidak bisa mengendarai partai berlambang garuda ini.

Sementara Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid menegaskan calon yang telah menyatakan kesiapannya akan segera disurvei oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Legislator DPRD Makassar ini menegaskan PAN hanya akan mengusung figur yang serius dan mematuhi semua mekanisme partainya. Sehingga pihaknya tak segang-segang mencoret nama calon yang telah mengembalikan formulir.

Andi Mustaman Kembalikan Formulir Pendaftaran di DPC Partai Gerindra Makassar

Untuk PPP, Aman hanya bersaing dengan empat calon lainnya. Sehingga peluangnya sangat terbuka lebar. Apalagi, pengurus DPW Sulsel dan DPC PPP Kota Makassar telah mengenal Aman sejak lama.

“Fit and proper tes dilakukan bulan ini kepada lima bakal calon yakni, Andi Mustaman, Danny Pomanto, Deng Ical, Adi Rasyid Ali dan Haris YL. Survei pasangan calon akan dilaksanakan pertengahan bulan Agustus nanti,” ujar Sekretaris Penjaringan Pilkada PPP, Andi Dalatongeng.

Terpisah, pengamat politik Universitas Bosowa 45, Arief Witjasono memprediksi hanya akan ada tiga sampai empat pangan calon yang akan mengikuti Pilwalkot Makassar.

“Jika pasangan calon sesuai dengan persyaratan perhitungan jumlah 50 kursi di DPRD Makassar dengan minimal dukungan 10 kursi per pasangan calon, serta mengakomodir pasangan calon independen, maka idealnya kontestasi Pilwalkot makassar kedepan ini diikuti oleh 3 sampai 4 kontestan,” jelas Arief.

Soal peluang calon menggaet dukungan partai, Arief menyampaikan semua calon memiliki kans yang kuat. Sebab, setiap partai memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan calonnya.

Kata dia, secara garis besar yang akan menjadi pertimbangan partai adalah hasil survei. Hal yang tak kalah penting adalah calon harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh masing-masing partai.

“Yang menjadi catatan tersendiri adalah soal koalisi, sebab tak satu pun partai di parlemen memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon. Sehingga komitmen koalisi turut menentukan siapa calon yang akan diusung,” jelasnya.

Arie Berharap Pilwalkot Makassar tahun 2018 mendatang tidak diikuti oleh banyak pasangan calon. Mengingat pengalaman Pilwalkot sebelumnya terlalu banyaknya calon yang maju tidak berdampak positif bagi masyarakat pemilih.

“Pemilih justru bingung dan akhirnya tingkat partisipasi politik hanya 61 koma sekian persen saja.
Tiga sampai empat pasangan calon sangat ideal untuk Pilwakot Makassar,” beber Arief.

Andi Mustaman Kembalikan Fomulir Cawalkot Makassar di PPP

Untuk maju di Pilwalkot Makassar 2018 melalui jalur Parpol, calon minimal harus mengantongi 10 kursi DPRD. Dengan syarat usungan tersebut, praktis masing-masing parpol masih membutuhkan koalisi untuk dapat mengusung calon. Golkar sendiri sebagai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) Makassar 2014 lalu mengatongi 8 kursi, disusul Demokrat dengan 7 kursi.

Sementara, Gerindra sebagai peringkat ketiga dengan 5 kursi, dan NasDem 5 kursi. Selain itu, PPP juga memiliki 5 kursi yang sama dengan Gerindra dan NasDem, namun kalah jumlah total perolehan suara oleh dua partai tersebut.

Selain itu, parpol lainnya yang mengoleksi 5 kursi di DPRD juga dimiliki oleh Hanura dan PKS. Sementara, partai yang mengantongi 4 kursi adalah PDIP dan PAN. Serta disusul oleh PKPI dan PBB yang masing-masing mengantongi 1 kursi.


Comment