BONE, BERITA-SULSEL.COM – Peran media dalam berbagai lini kehidupan manusia, turut menjadi perhatian Kepala Departemen Ilmu Komunikasi Provinsi Sulsel, Dr M Iqbal Sultan M Si, dengan membongkar habis kebiasaan buruk wartawan yang masih terjadi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.
Saat memberi materi, Iqbal mengatakan bahwa wartawan adalah pekerjaan mulia hingga dijadikan pilar negara, hanya saja masih ada oknum yang tidak melakukan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.
“Wartawan dibiasakan dengan amplop, dan selalu diberikan kebebasan, contohnya saja ketika dia melanggar aturan lalu lintas, polisi pura-pura tidak melihat, atau ingin dibantu sesuatu, biasa cepat hanya karena dia wartawan” ungkap Iqbal.
Ditambahkan, sikap arogansi seorang wartawan pun kadang sering muncul karena masih banyak orang yang ketakutan dengan keberadaan mereka.
“Saking maunya dikenal itu biasa di mobilnya ada tulisan pers, belum lagi di topinya, sampai di bajunya ada semua tulisan pers, untung di Bone tidak ada yang begitu” kelakarnya.
Iqbal berpesan agar humas belajar lobi dan negosiasi kepada wartawan karena dalam hal tersebut, wartawan ahlinya. Ditengah suasana jelang pilkada, Iqbal pun berharap wartawan tetap menjaga independensi walau itu sulit karena keberadaan beberapa media yang pemiliknya justru berasal dari dunia politik dan calon kepala daerah. (eka)
Comment