PALOPO, BERITA-SULSEL.COM – Pembangunan pengembangan sarana dan prasarana di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo dinilai gagal, dikerjakan tidak sesuai dengan peruntukannya.
Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Bahrum Daido usai melakukan kunjungan spesifik di kawasan Pelabuhan Tanjung ringgit.
Menurut Bahrum, pembangunan pengembangan Dermaga Tanjung ringgit Palopo yang banyak menggunakan anggaran APBN, baik itu pembangunan dermaga ataupun pengerukan, termasuk terminal peti kemas. Namun pembangunan terminal peti kemas tidak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan.
Pembangunan peti kemas itu menelan anggaran hingga Rp100 miliar dan dibangun sejak tahun 2011. Namun hingga tahun 2018 hasil yang terlihat sangat jauh dari apa yang diharapkan. Bahkan pengembangannya terlihat dikerja asal asalan.
“Peroalannya pada 2018 ini terkait pembangunan terminal peti kemas kembali digelontorkan anggaran penguatan sebesar Rp11 miliar, dan apa yang kami lihat sangat tidak sesuai dengan apa yang kimi harapkan,” ungkap Bahrum.
Kata Bahrum, secara umum hasil peninjaun dan pemantaun dilapangan, terminal peti kemas yang saat ini di pelabuhan tanjung ringgit palopo, sangat tidak efektif dan hanya menghamburan anggaran Negara.
Sekaitan dengan hal tersebut, ujar Bahrum, secepatnya pihak yang tergabung dalam komisi V akan melakukan rapat koordinasi secepatnya, dan dijadwalkan Selasa depan guna membahas keterlanjutan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Ringgit.
“Kami harap semua pihak dapat melakukan pengawasan, sementara pihak komisi V melakukan pengawasan hingga tingkat menteri, sekaligus mencari tahu seperti apa sebenarnya pembangunan terminal peti kemas tersebut, sehingga tidak dapat difungsikan, bahkan kondisinya justru memprihatinkan,” ujarnya.
Hal sama diungkapkan Ketua komisi V DPR RI, Fari Djemi Francis saat ditemui di bandara Lagaligo Bua. Menurutnya, kunjungan komisi V DPR RI diluar dari harapan yang ada, apa yang ada dalam laporan mereka sangat tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan.
“Kami sesalkan apa yang kami lihat di Tanjung Ringgit, jika membandingkan dengan anggaran yang digelontorkan sangat tidak sesuai dengan apa yang ada, bahkan sangat jauh dari apa yang diharapkan,”ungkapnya. (*)
Comment