LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Sejumlah anggota dewan dari Komisi I DPRD Luwu, Kepala BKPSDM dan perwakilan Pengurus Forum Honorer K2 Indonesia Korda Luwu melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Selasa 28 Agustus 2018 di Jakarta.
Rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir diterima Kasubbag Pelayanan Informasi dan Pengaduan Internal Kemenpan-RB, Wasito.
Dalam dialog terbuka, Andi Muharrir menyampaikan sejumlah persoalan terkait penerimaan CPNS di Kabupaten Luwu, salah satu diantaranya persoalan Honorer K2 yang hingga saat ini belum ada titik terangnya.
Wasito mewakili Menpan memaparkan, hingga saat ini untuk pengangkatan Honorer K2, Kemenpan-RB masih mengacu pada Peraturan Pemerintah No 56 tahun 2012.
Disini dijelaskan pada PP tersebut, Honorer K2 diberi kesempatan sekali untuk mengikuti tes pengangkatan CPNS dan tidak ada lagi pengangkatan setelahnya.
Menanggapi penyampaian Kasubbag Pelayanan Informasi dan Pengaduan Internal Kemenpan-RB, perwakilan dari FHK2I Korda Luwu, tetap optimis dan akan terus memperjuangkan nasibnya beserta ribuan tenaga honor K2 lainnya.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah yang berkehendak, saya mewakili teman K2 masih terus berjuang dan berharap Menpan bisa mengakomodir keinginan kami untuk diangkat jadi CPNS,” ungkap Asrul perwakilan dari Pengurus FHK2I Korda Luwu.(*)
Comment