GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Kabar yang cukup membanggakan bagi masyarakat Gowa.
Pasalnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dinobatkan sebagai salah satu dari 16 tokoh muda potensial sebagai calon pemimpin nasional 2024 mendatang. Nama-nama Calon Presiden (Capres) milenial ini muncul dari riset Jaringan Muda Produktif Indonesia (JMPI).
Tidak tanggung-tanggung, nama putra kedua Ketua PMI Sulsel, Ichsan Yasin Limpo ini disandingkan dengan dai kondang tanah air, Ustadz Abdul Somad, Dahnil Azhar Simanjuntak, Yaqut Cholil Choumas, Agus Harimurti Yudhoyono, Ahmad Hanafi Rais, Anindra Ardiansyah Bakrie, Raja Sapta Oktohari, M Romahurmudzy. Selain itu ada nama mantan jurnalis TV One, Grace Natalie, Najwa Shihab, Nadiem Makarim, Fadly Amran, Dimas Okky Nugroho, Emil Elistianto Dardak serta Sabrang Mowo Damar Panuluh.
Menanggapi hal itu, Bupati Adnan mengatakan, jika hal ini akan semakin memotivasi dirinya untuk selalu bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas untuk kemajuan Gowa dan bangsa Indonesia.
“Saya bersyukur pada Allah SWT yang telah memberikan saya karunia jabatan sehingga saya bisa mengabdi dan ini semua berkat petunjuknya. Ini akan menjadi semangat tersendiri untuk bekerja lebih keras demi masyarakat,”ucapnya, Rabu (31/10/2018).
Untuk itu, sebagai orang nomor satu di daerah berjuluk butta bersejarah tersebut, Adnan tetap menjadikan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu fokus kebijakan politiknya.
Menurutnya, kekayaan suatu daerah atau bangsa bukan saja di tentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya saja, tapi juga di tentukan oleh manusianya. sehingga kita harus bergerak bersama guna mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di Kabupaten Gowa sendiri sejumlah kebijakan di bidang pendidikan telag dikukuhkan dalan Peraturan Daerah sebagai payung hukum. Mulai dari pemberlakukan pendidikan gratis, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan, Penguatan Karakter melalui penerapan Imtaq Indonesia.
Serta program Investasi 1/4 abad yakni beasiswa bagi putra-putri terbaik Kabupaten untuk melanjutkan di jenjang universitas dengan menggandeng 28 universitas terbaik di Indonesia.
Dia menambahkan, jika usia muda bukan penghalang untuk berkarya. Apalagi pemuda saat ini mulai mendapatkan hati masyarakat untuk diberikan amanah.
“Kita harus bisa menjadikan diri kita memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat. Untuk itu persiapkan dengan mengasah kemampuan dan keahlian,”ujarnya.
Juru Bicara JMPI Subkhi Ridho MA PhD mengatakan, perlu kiranya saat ini anak muda menyuarakan dan mendesakan ide-ide perbaikan serta aksi-aksi inovatif yang mampu menggugah kesadaran untuk bergerak sekaligus mendorong agenda-agenda politik, ekonomi dan budaya secara lebih transformatif.
Regenerasi dan kaderisasi nasional dibutuhkan supaya sistem perpolitikan Indonesia tidak oligarki dan hanya didominasi oleh kalangan generasi tua. Apalagi sekarang ini Indonesia sudah menikmati bonus demografi, ditandai jumlah generasi milenal saat ini hampir menyentuh angka 90 juta orang
“JMPI mencoba menawarkan sejumlah nilai dan kriteria atau indikator, serta nama pemimpin-pemimpin anak muda potensial yang mampu membawa semangat baru,” ucapnya. (an).
Comment