Dewan Makassar Pertanyakan Potongan Insentif RT/RW

Adi Rasyid Ali

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mempertanyakan pemotongan insentif sejumlah RT/RW selama tiga bulan terakhir.

Hal ini disampaikan ARA, sapaan akrab Adi Rasyid Ali adanya penolakan tujuh RT di Kelurahan Walawalaya, Kecamatan Tallo mengaku menerima insentif Rp200 ribu perbulan.

Padahal, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjanjikan insentif Rp1 juta per bulan.

“Insentif RT/RW Rp1 juta. Angka ini sesuai yang dijanjikan. Jika mereka tak menerima seperti itu, pertanyaannya dialihkan kemana anggaran itu?,” ujarnya, Minggu (31/3/2019).

“Apakah dialihkan untuk kepentingan lain?,” tambah ARA.

Menurutnya, 9 indikator menjadi dasar penilaian kinerja RT/RW di Makassar tak bisa lagi menjadi ukuran pemberian insentif. Fakta ditemukan beberapa RT/RW bekerja sesuai arahan, tetap saja insentif mereka dipotong tanpa alasan jelas.

“Saya khawatirnya 9 indikator itu bukan lagi standar utama, ada lagi indikator tambahan,” ucap Ara.

ARA menduga, insentif RT/RW dipotong sebab ada indikator lain yang diwajibkan setiap kelurahan untuk bisa dipenuhi, sehingga insentif tersebut akan diberikan full.

Ara juga membeberkan sudah banyak camat dan lurah yang mengeluhkan polemik ini. “Mereka sangat berat melakukan kerja-kerja seperti ini. Banyak yang curhat ke saya,” terangnya. (*)


Comment