MAKASSAR,BERITA-SULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) menggelar Dialog Kesehatan di Country Coffe Resto, jalan Toddopuli Timur, Sabtu (21/12/2019).
Mengangkat tema “BPJS Menolong atau Menodong”, hadir sebagai pembicara akademisi FKM UMI, Andi Surahman Batara, anggota DPRD Sulsel Arum Spink, dan Ridjal Mursalim, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kota Makassar.
Andi Surahman Batara membuka diskusi dengan memuji penyelenggara. Kata dia, ini merupakan kabar Baik buat negara karena mahasiswa masih terlibat dengan Diskusi yang menyangkut masyarakat.
“Untuk saat ini problem dalam masyarakat adalah iuran BPJS yang naik hampir seratus persen sehingga banyak yang menolak kenaikan tersebut, itu dikarenakan ada beberapa warga yang tergolong kurang mampu,” ujarnya.
“Jadi pemerintah juga harus pandai melihat situasi dan kondisi rakyat saat ini, sehingga mampu memberikan keringanan terhadap peserta Kesehatan,”tambahnya.
Sementara, Arum Spink, mengatakan bahwa Kesalahan BPJS terletak ada pada persoalan pendataan yang kurang spesifik.
“Catatan terpenting yaitu pendataan harus baik, Ini masukan berharga buat Pemerintah Kota untuk memperbaiki data terkait BPJS dan Kami juga meminta kepada pemerintah Pusat agar jaminan kesehatan masyarakat ini betul-betul terlayani,” ujarnya.
Menurut pandagan Arum Spink, negara saat ini telah gagal menjalankan kewajibanya untuk membuat masyarakatnya sejahtera dan kurang mampu mengelola sumber daya yang ada di Indonesia.(*)
Comment