GOWA, BERITA-SULSEL.COM -Pembangunan proyek bendungan Karalloe yang terletak di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa direncanakan rampung akhir tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang Je’neberang (BBWSPJ) Sulsel, Suparji.
Ia mengatakan sampai awal Februari 2020 ini, progres pengerjaan proyek di lapangan sudah mencapai 80 persen.
“Jika melihat proses pengerjaan proyek di lapangan yang sejauh ini progresnya sudah mencapai 80 persen bahkan lebih, maka kami yakin proyek bendungan Karalloe akhir tahun 2020 sudah rampung sesuai waktu yang kita targetkan,” kata Suparji saat dihubungi di kantornya, kemarin.
Proyek pembangunan bendungan Karalloe yang menengelamkan sebagian wilayah pada sejumlah desa di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu, Gowa, menelan anggaran Rp1,2 triliun yang bersumber dari APBN.
Berdasarkan data tehknis yang ada, Bendungan ini kata Kepala BBWSPJ, Suparji, memiliki kapasitas tampungan air sebesar 77 meter kubik.
Selain itu, bendungan setinggi 85 meter dari mdpl ini memiliki luas genangan sebesar 145 hektar dengan kapasitas air baku untuk kebutuhan air bersih sebesar 440 liter per detik.
Bendungan ini juga nantinya akan dapat mengairi lahan persawahan seluas 7000 hektar. Dari jumlah itu, sebagian besar lahan persawahan yang akan dialiri berada di Kabupaten Je’neponto.
Disamping itu, bendungan ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit listrik dengan kapasitas 4,5 mega watt.
“Memang bendungan ini letaknya di Gowa, namun sebagian besar airnya akan mengaliri lahan persawahan yang ada di Kabupaten Je’neponto,'” ujar Suparji.
Pembangunan Bendungan Je’nelata
Sementara itu, terkait rencana pembangunan Je’nelata di Kecamatan Manuju, Gowa, mantan kepala balai Kendari, Sultra, mengaku kalau desain dari bendungan tersebut sudah finish alias selesai.
“Desain sudah selesai. Bahkan desain
bendungan Je”nelata ini sudah kita serahkan di Komisi Keamanan Bendungan (KKB) untuk proses sertifikasi. Tujuannya apa untuk menguji ketahanan bendungan,” ujar Suparji.
Bahkan menurut alumni Fakultas Tehnik Sipil Universitas Hasanuddin ini, pihak balai sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) Penentuan Lokasi (Penlok) dari Gubernur Sulsel.
“Lokasi yang ditentukan dan ditandatangani oleh Pak Gubernur Sulsel telah kami serahkan ke BPN,” ujar Suparji.
Lebih jauh Suparji menjelaskan, jika semua proses identifikasi lahan yang dilakukan oleh pihak BPN termasuk kejelasan dokumen kepemilikannya sudah rampung maka pemerintah.pusat melalui Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) yang bernaung di bawah Kementrian Keuangan RI siap melakukan pembayaran ganti rugi lahan kepada masyarakat.
Suparji juga memastikan bahwa anggaran untuk pembangunan proyek bendungan Je’nelata yang diperkirakan menelan anggaran Rp2 Triliun akan menggunakan dana lound dari pemerintah Tiongkok. (an)
Video SK Kemenkumham Noer Fajriansyah
Comment