Suara Paling Sedikit, Tapi Dilantik jadi Dekan, IKA FKM : Demokrasi Terburuk di UMI

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Rektor UMI, Prof Basri Modding melantik Dr Suharni A Fahcrin Spd Mkes menggantikan Dr R Sudirman MSi sebagai Dekan FKM UMI, di Menara UMI, Rabu, 1 April 2020.

Pelantikan ini menuai protes dari dosen, mahasiswa dan alumni. Pasalnya, dekan yang dilantik adalah figur peraih suara lebih kecil.

Menanggapi pelantikan itu, Ketua IKA Alumni FKM UMI, Rahmatullah SKM menyatakan protes kepada Rektor UMI. Ia dinilai Prof Basri Modding melakukan tindakan yang mencederai proses demokrasi di FKM UMI.

Menurutnya, suara mayoritas saat pemilihan calon Dekan FKM diabaikan pihak rektor dan menetapkan calon dekan dengan suara paling rendah. Sementara indikator penilaiannya tidak proporsional dan tidak memiliki landasan ilmiah.

Rahmat menilai apa yang dilakukan Prof Basri Modding akan berdampak buruk bagi kelangsungan proses belajar mengajar di FKM UMI kedepan.

“Saya khawatir, apa yang terjadi pada kami dulu semasa kuliah terulang kembali, dosen dengan dosen saling adu jotos, iklim atau suasana proses belajar mengajar tidak kondusif, hubungan antar dosen tidak harmonis lagi dan sebagainya,” ungkap Rahmat.

Rahmat menilai, hasil pemilihan ditingkatan fakultas seharusnya sudah menjadi catatan penting pihak rektor. Suara mayoritas dosen seharusnya lebih diutamakan dibanding dengan yang memiliki suara lebih kecil demi menjaga harmonisasi ditingkatan fakultas.

“Ini menjadi catatan penting untuk Rektor UMI Prof Basri Modding. Sebab, orang yang dilantik sebagai dekan tidak bisa mewakili harapan dan keinginan mayoritas dosen di FKM UMI,” ungkapnya. (*)


Comment