Satpol PP Gowa Bubarkan Kerumunan di Wisata Kebun

Kepala Satpol PP Gowa, Alimuddin Tiro saat turun langsung membubarkan kerumunan pengunjung di wisata kebun yang berada di Kecamatan Bontonarannu

GOWA, BERITA SULSEL.COM – Satuan Gugus tugas Covid 19 Kabupaten Gowa yang dimotori oleh Satuan Polisi Pamong Praja  (Satpol PP) setempat terpaksa membubarkan ratusan  pengunjung Wisata Kebun yang berlokasi di ruas Jalan  Malino, Kecamatan Bontomarannu, Selasa, (29/6/2021).

Kepala Satuan Satuan Polisi Pamom Praja Kabupaten Gowa,  Alimuddin Tiro, mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim Satgas Covid 19  turun langsung membubarkan kerumunan yang ada di wisata kebun.

“Jadi setelah kita menerima laporan masyarakat, kami kemudian  turun bersama tim gugus tugas covid 19 Kecamatan dan Kabupaten Gowa melakukan sidak di kebun wisata Bontomarannu. Di sana, saya melihat banyak sekali pengunjung yang disebabkan oleh ada beberapa kegiatan di tempat wisata tersebut, seperti acara penamatan siswa,” kata Alimuddin.

Video Pengunjung Wisata Kebun Gowa Abaikan Protokol Kesehatan

Menurutnya, saat tiba di lokasi, ratusan pengunjung tempat wisata kebun ini kurang menerapkan protkes covid 19, seperti tidak menjaga jarak.

“Memang secara umum, pada dasarnya pengunjung pakai masker, namun jaga jaraknya ini yang kurang dipatuhi. Saya sampaikan ke pemilik usaha jika masih terulang seperti ini kami akan cabut izin usahanya, kita sampaikan ada pembatasan pengunjung sekitar 50 persen dari kapasitas tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Lanjut Alimuddin, pihaknya bersama satgas covid 19 langsung membubarkan pengunjung yang melanggar protkes.

“Tadi saya suruh pulang sebagian biar tidak berkerumun, rata rata orang dari luar daerah yang datang,” jelasnya.

Meski demikian, diakui Alimuddin jika penerapan protkes di lokasi wisata tersebut telah diterapkan, hanya saja kapasitas pengunjung melebihi aturan yang telah ditetapkan.

“Kalau penerapan protkesnya sudah terpenuhi semua rata rata pake masker hanya saja tidak menjaga jarak ada kerumunan sedikit,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan patroli kesejumlah tempat yang dianggap rawan menjadi klaster baru.

“Nanti kita akan kunjungi tempat tempat yang berpotensi adanya kerumunan, inikan meningkat kasus covidnya. Ada kenaikan namun tidak begitu besar seperti yang ada di pulau jawa, digowa kasusnya sekitar 1 hingga 5 kasusyang terkonfirmasi,” jelasnya. (an).


Comment