MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Ryan Latief kembali memberikan warning kepada Bupati Luwu Timur (Lutim), Budiman Hakim soal suratnya kepada PT Vale.
Kata dia, surat Bupati Lutim yang berisi 11 poin permintaan jangan sampeai di 86 kan. Pasalnya, tidak hadirnya Bupati Lutim dan dan CEO PT Vale Indonesia dalam diskusi dialog publik yang dilaksanakan secara daring atau via zoom memberikan persepsi negatif.
“Sebelumnya penyelenggara meminta kesediaan Bupati Lutim, Budiman untuk mengikuti diskusi tersebut. Budiman memberikan jawaban ya,” ujarnya.
Namun, saat dialog berlangsung, BoD PT Vale menemui Bupati Lutim, Budiman. Hal ini menjadi pertanyaan publik, kenapa kedua pihak ini tak hadir dalam dialog guna memberikan klarifikasi soal 11 point dalam surat bupati.
“Bupati Lutim jangan coba bermain apa lagi melakukan kesepakatan lain dengan PT Vale. 11 poit dalam suratnya harus dibuka kepublik. Bagaimana respon PT Vale,” ujarnya.
Kata Ryan, 11 poin permintaaan Bupati Lutim ke PT Vale menjadi isu yang banyak dibicarakan oleh masyarakat.
“Namun, saat DPRD membentuk Pansus untuk mengawal surat tersebut, diwaktu yang bersamaan ada pertemuan antara bupati dengan BoD PT Vale. Ada apa?,” ujarnya.
“Semoga saja pertemuan Bupati Lutim dengan PT Vale menjadi titik terang buat kepentingan masyarakat. Saya pun sudah menyampaikan ke BoD Vale dan komisarisnya agar isu ini harus ada kejelasan. Agar tidak ada persepsi negatif di tengah masyarakat luas,” terangnya.
Selain itu, Bupati Lutim juga harus menjelaskan kelanjutan tuntutan ke publik. Apa lagi, Bupati Lutim diduga telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Vale pada Jumat, 16 Juli 2021. Hal ini bertepatan saat DPRD sedang membentuk Pansus mengawal surat bupati,” paparnya.
“Saat dialog berlangsung secara daring atau zoom seluruh elemen masyarakat menunggu. Namun, hingga diskusi selesai, bupati dan CEO PT Vale tak hadir. Masyarakat bertanya tanya, ada apa? jangan sampai sudah di 86-kan atau ada kesepakan lain,” terangnya. (*)
Comment