Himafisio FKep-UH Gelar Baksos Fisioterapi di Bone

Foto bersama Mahasiswa Prodi S1 Fisioterapi, Mahasiswa Prodi Profesi Fisioterapi, beserta Supervisor yang terdiri atas dosen dan alumni dari Prodi Fisioterapi Universitas Hasanuddin. Foto : ist

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (Himafisio) Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Program Bina Desa Mahasiswa Bakti Sosial Fisioterapi 2023 di tiga desa di Kabupate Bone.

Kegiatan yang mengusung tema Tebarkan Kepedulian dalam Aksi Fisioterapi Demi Meningkatkan Kualitas Gerak Masyarakat di Bumi Arung Palakka,” dilaksanakan selama tiga hari, Jumat- Minggu (9-11/5/2023).

Bakti sosial ini dilaksanakan yaitu Desa Manurunge di Kecamatan Ulaweng, Desa Kading di Kecamatan Barebbo dan Kelurahan Maroanging di Kecamatan Sibulue.

Ketua panitia pelaksana, Hanief Naufal Wajdi mengatakan, bakti sosial Fisioterapi rutin dilaksanakan setiap tahun. Baksos ini diikuti 120 mahasiswa S1 Fisioterapi, mahasiswa profesi, dosen serta fisioterapis dari rumah sakit atau klinik.

“Kegiatan ini didasari salah satu tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian masyarakat dengan melakukan bakti sosial ini,” ujarnya.

“Dimana, masyarakat di ketiga desa ini mendapatkan pelayanan fisioterapi, pengenalan prodi profesi fisioterapi, serta edukasi dan mengaplikasikan ilmu fisioterapi kepada masyarakat. Contohnya, bagaimana cara duduk yang baik, cara stretching otot yang bisa dilakukan mandiiri di rumah, atau cara mengambil barang yang baik,” terangnya.

Kata Hanief, sebagai calon tenaga kesehatan pihaknya harus dilatih agar dapat melakukan intervensi dimanapun dan kapanpun, sehingga harus cepat beradaptasi dalam lingkungan baru dengan berbagai keadaan yang ada.

“Ada beberapa item yang kami laksanakan seperti intervensi Fisioterapi. Sasarannya adalah masyarakat setempat yang memiliki keluhan pada fungsi geraknya. Namun, masih bisa berjalan dan mendatangi tempat intervensi,” jelasnya.

Selain itu, jelas Hanief Naufal Wajdi, pihaknya juga melakukan Homecare. Disini pihaknya melakukan penanganan pasien yang sebelumnya sudah didata dan memiliki gangguan fungsi geraknya hingga tidak bisa berjalan atau mendatangi tempat intervensi.

“Kami juga melakukan pelatihan bantuan hidup dasar. Sasarannya yaitu anggota PMR di SMA dan karang taruna. Pada item ini, pemberian latihan pertolongan pertama pada seseorang yang kehilangan nafas dan juga cara memindahkan korban yang baik dan benar,” ujarnya.

“Disini kami juga melakukan pemeriksaan gangguan postur pada anak SD kelas 1,2 dan 3. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi apakah ada kelainan postur dari anak-anak serta mencegah kecacatan dini,” tambahnya.

“Kegiatan kami ditutup dengan senam bersama masyarakat setempat disetiap titik,” ujarnya.

“Baksos ini dapat sukses tidak lepas dari kerja keras panitia dan juga perangkat desa serta masyarakat desa yang ikut serta dalam kegiatan ini,” ujarnya.

“Semoga kegiatan ini bisa berlanjut di tahun- tahun selanjutnya dengan item-item yang lebih banyak dan maksimal dari tahun ini, serta dapat terus mengabdi kepada masyarakat dan mengenalkan Fisioterapi hingga pelosok Indonesia,” tutupnya. (*)


Comment