Cegah Stunting, Plt Sekda Bone: Jangan Biarkan Pemerintah Berjuang Sendiri

Cegah Stunting, Plt Sekda Bone: Jangan Biarkan Pemerintah Berjuang Sendiri

BONE, BERITA-SULSEL.COM– Masih tingginya angka stunting membuat pemerintah putar otak dan meminta kerjasama semua pihak agar angka ini bisa segera ditekan. Melalui Rapat Koordinasi Program Kerja Pokja IV bertema optimalisasi peran PKK dalam mendukung Aksi Stop Stunting (ASS) dan imunisasi Kabupaten Bone, Jumat (11/7/25), Plt Sekda Bone, Andi Saharuddin, meminta dukungan semua pihak.

“Momentum ini harus kita manfaatkan apalagi PKK ini perannya sangat penting dalam pendampingan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Problem yang kita hadapi harus dihadapi bersama, jangan biarkan pemerintah berjuang sendiri,” kata Andi Saharuddin.

Melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemerintahan Desa, penanganan stunting ini merujuk pada UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa,
Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Pos Pelayanan Terpadu dan
SK Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 430/III/2025 Tentang TP Posyandu Provinsi Sulsel.

“Teman wartawan jadi corong membantu menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat. Keterlibatan seluruh komponen tentunya hasilnya akan lebih maksimal. Tantangan kita agar informasi dalam kota sampai ke pelosok dan teman media bisa jadi corong untuk membantu pemerintah,” lanjut Andi Sahar.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Maya Damayanti, menyampaikan bahwa yang utama saat ini adalah peran keluarga dalam menjaga pola makan dan pola asuh anak mereka. Angka stunting di Bone tertinggi sejak 2019 lalu, namun kini turun sampai 26 persen. Sesuai target nasional yakni 18 persen, artinya pemerintah Bone masih harus bekerja keras guna menekan tingginya angka stunting.

“Keluarga punya peran besar dalam kesejahteraan masyarakat, tantangan kita perkembangan SDM, perkembangan lingkungan. Angka stunting Bone masih di 26 persen dan tergolong tinggi karena rata-rata provinsi 23 persen dan nasional 18 persen. Ketua tim penggerak PKK di Kecamatan harus aktif karena selama ini tidak jelas berapa angka stunting, data ibu hamil, anak putus sekolah,” beber Maya.

Melalui kesempatan yang sama, Dokter Kasmawar, selaku Ketua Pokja IV, menyampaikan stunting ini yang harus disiapkan yakni data dasar atau data sasaran.

“Pastikan mengakses layanan dan pastikan mendapatkan layanan serta melaporkan, empat komponen ini penting.
Isu prioritas nasional yg diintervensi salah satunya aksi stop stunting, kuncinya utama data. Stunting tidak ditentukan oleh kaya miskin keluarga, tapi dari pola makan dan pola asuh,” terang dokter Kasmawar.

Saat ini ada beberapa Kecamatan yang adi lokus peningkatan cakupan imunisasi dan penurunan stunting, yaitu Kecamatan Tellulimpoe, Lamuru, Bontocani, Barebbo, Tanete Riattang dan Ajangale. Dokter Kasmawar juga mengingatkan agar tiap Kecamatan siapkan rumah gizi sebagai pusat edukasi penguatan. (eka)


Comment