MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Menyongsong Indonesia Emas 2045, tantangan terbesar bangsa bukan sekadar jumlah penduduk yang besar, melainkan bagaimana mengelola bonus demografi agar menjadi kekuatan produktif.
Di sektor olahraga, langkah strategis diambil melalui penguatan regulasi. Akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Fahrizal merespons cepat momentum ini dengan mengembangkan aplikasi SiRoda (Sistem Informasi Olahraga Daerah).
Inovasi ini hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Permenpora No. 1 Tahun 2026 serta Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2025-2029 yang fokus pada penguatan riset, sport science, dan pengembangan industri olahraga nasional.
Transformasi Industri Olahraga di Era Menpora Erick Thohir
Langkah Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang membentuk Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga dinilai sebagai titik balik sejarah keolahragaan Indonesia. Menurut Fahrizal, pakar sport science asal UNM, kebijakan ini mengubah paradigma lama yang memandang olahraga hanya sebagai sektor kesehatan dan prestasi.
“Ini adalah momentum luar biasa. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai sarana kebugaran semata. Di dalamnya terdapat proses marketing yang menghubungkan produksi dan konsumsi. Semua proses tersebut membutuhkan manajemen profesional yang muaranya adalah industri,” ujar Fahrizal saat ditemui media, Jumat (30/1/2026).
Fahrizal menekankan bahwa industri olahraga yang maju memerlukan fondasi data yang kuat. Tanpa data, pemetaan (mapping) terhadap kebutuhan sistem keolahragaan nasional mustahil bisa dilakukan secara presisi.
SiRoda: Solusi Data Berbasis Android dalam Genggaman
Menjawab kebutuhan akan pemutakhiran data yang cepat dan akurat, Fahrizal memperkenalkan SiRoda. Berbeda dengan sistem terdahulu yang mayoritas masih berbasis web dan memerlukan perangkat komputer, SiRoda didesain khusus berbasis Android untuk meningkatkan aksesibilitas.
“Selama ini aksesibilitas informasi masih sering terkendala teknis yang ribet. Kita harus buka laptop atau PC. Harapan kami, melalui SiRoda, semua elemen baik lembaga maupun personal dapat mengakses informasi hanya melalui smartphone,” jelasnya.
Aplikasi ini berfungsi sebagai pusat manajemen database keolahragaan daerah yang mencakup:
-
Profil Tenaga Keolahragaan: Data pelatih, wasit, dan instruktur secara personal.
-
Inventarisasi Lembaga: Pendataan klub dan organisasi olahraga secara melembaga.
-
Monitoring Prestasi: Rekam jejak atlet dan tren prestasi yang terukur.
-
Informasi Terkini: Distribusi informasi tren olahraga terbaru secara real-time.
Menuju Indonesia Emas 2045 melalui Sport Science
Pengembangan SiRoda sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menciptakan pemodelan sistemik yang terencana dan aplikatif. Dengan adanya database yang akurat, pemerintah daerah maupun pusat dapat mengambil kebijakan berbasis data (data-driven policy) untuk pembibitan atlet dan pengembangan infrastruktur.
Fahrizal menambahkan bahwa proses registrasi di SiRoda dibuat sangat sederhana. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi dan melakukan registrasi anggota untuk masuk ke dalam ekosistem informasi digital tersebut.
“Targetnya tidak ada lagi talenta atau informasi prestasi yang hilang hanya karena masalah administrasi data. Ini adalah kontribusi sport science untuk memastikan bonus demografi kita diisi oleh insan-insan olahraga yang terdata dan terkelola dengan baik,” pungkas Fahrizal.
Kehadiran SiRoda diharapkan menjadi katalisator bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mulai mendigitalisasi aset olaharganya, sejalan dengan semangat efisiensi dan inovasi yang diusung oleh Kemenpora dalam lima tahun ke depan.
Comment