MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bergerak cepat mengawal keamanan pangan buka puasa atau takjil selama Ramadan 1447 H. Melalui intensifikasi pengawasan, petugas memastikan masyarakat terhindar dari bahaya bahan kimia berbahaya pada makanan olahan.
Aksi lapangan ini berlangsung di dua titik keramaian, yakni Jalan Mappanyukki Kota Makassar pada 23 Februari 2026 dan area Masjid Syekh Yusuf Kabupaten Gowa pada 2 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, BBPOM juga menggandeng unsur Gerakan Pramuka SAKA POM Kwarcab Makassar untuk memperkuat pengawasan.
Hasil Uji Cepat: Seluruh Sampel Memenuhi Syarat
Selama operasi berlangsung, petugas mengambil total 48 sampel makanan dari para pedagang. Rinciannya terdiri dari 28 sampel di Makassar dan 20 sampel di Gowa. Petugas kemudian melakukan uji cepat (rapid test) di lokasi untuk mendeteksi kandungan berbahaya.
Hasilnya, seluruh sampel tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan aman dari cemaran fisik, biologis, maupun kimia. Oleh karena itu, masyarakat dapat merasa lebih tenang saat membeli hidangan berbuka di lokasi-lokasi tersebut.
Imbauan Kepala BBPOM Makassar
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan suci. Menurutnya, permintaan pangan yang meningkat tajam saat Ramadan menuntut pengawasan yang lebih ketat demi melindungi konsumen.
“Kami melakukan ini untuk memastikan ketersediaan pangan aman di tengah tingginya kebutuhan masyarakat,” ujar Yosef.
Meskipun hasil uji menunjukkan hasil positif (aman), Yosef tetap meminta warga untuk selalu waspada. Ia menyarankan masyarakat agar tetap cermat dalam memilih takjil dengan memperhatikan kebersihan tempat berjualan serta penampilan fisik makanan.
Komitmen Perlindungan Konsumen
Melalui intensifikasi ini, BBPOM di Makassar berkomitmen penuh melindungi kesehatan publik dari potensi bahaya pangan ilegal atau mengandung bahan dilarang. Selain itu, pengawasan ini akan terus berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 guna memastikan stabilitas kualitas pangan di pasaran.
Comment