MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar terus memperluas jangkauan layanan publik yang inklusif dan ramah kelompok rentan. Melalui inovasi Sistem Akses Pelayanan Aman untuk Kelompok Rentan (SAPA PORENA), BBPOM di Makassar menyapa langsung puluhan lansia di Posyandu Anyelir, Rabu (29/7/2026).
Dalam kegiatan ini, BBPOM di Makassar berkolaborasi aktif dengan Puskesmas Batua. Selain mendapatkan edukasi obat dan makanan aman, para warga senior tersebut juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta deteksi dini penyakit secara terpadu.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, turun langsung menyampaikan materi edukasi kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa penurunan fungsi organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung secara alami akan terjadi ketika seseorang memasuki usia 50 tahun ke atas. Oleh karena itu, lansia perlu memprioritaskan pola konsumsi harian agar tetap sehat, aktif, dan produktif.
“Menjaga kesehatan pada usia lanjut bermula dari pilihan makanan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, masyarakat wajib menerapkan pola makan bergizi seimbang serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak,” ungkap Yosef di hadapan para peserta.
Yosef memaparkan batasan konsumsi harian yang ideal. Pertama, konsumsi gula maksimal 40 gram atau setara empat sendok makan per hari. Kedua, konsumsi garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh. Ketiga, pembatasan asupan lemak hingga maksimal 67 gram atau lima sendok makan per hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini efektif mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, stroke, jantung, hingga gagal ginjal.
Selanjutnya, Yosef menganjurkan para lansia untuk rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi tubuh masing-masing. Sebab, menjaga kebugaran tubuh tidak hanya bersandar pada obat-obatan, melainkan melalui penerapan gaya hidup sehat secara konsisten.
Di samping itu, ia meluruskan anggapan bahwa pangan bergizi selalu berharga mahal. Sebaliknya, masyarakat dapat memperoleh sumber protein berkualitas tinggi dari bahan pangan lokal yang terjangkau, seperti tempe, tahu, telur, dan ikan. Lebih lanjut, ia mengajak peserta memperbanyak porsi sayur dan buah guna memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat yang menjaga saluran pencernaan serta imunitas tubuh.
Pada sesi keamanan pangan, BBPOM di Makassar membekali warga dengan Five Keys to Safer Food atau Lima Kunci Keamanan Pangan. Kelima langkah tersebut mencakup menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak makanan hingga matang sempurna, menyimpan pangan pada suhu aman, serta selalu menggunakan air dan bahan baku yang higienis. Langkah ini penting guna menangkal risiko bahaya cemaran fisik, kimia, maupun biologi sejak dini.
Tidak hanya itu, BBPOM di Makassar menggembleng para lansia agar menjadi konsumen cerdas melalui prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Petugas juga memandu warga memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk mengecek legalitas produk, mengakses informasi resmi, hingga mengirimkan laporan pengaduan jika menemukan dugaan pelanggaran.
Di akhir pemaparannya, Yosef mengingatkan bahaya penyalahgunaan obat-obatan keras seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Dextromethorphan yang mengancam generasi muda. Ia mendorong para lansia memanfaatkan pengalaman hidup mereka untuk menjadi agen edukasi di rumah tangga dan lingkungan sekitar.
“Keluarga merupakan benteng utama pelindung generasi bangsa. Oleh karena itu, kami berharap para lansia dapat meneruskan informasi berharga ini kepada anak, cucu, dan tetangga demi mewujudkan masyarakat yang cerdas memilih obat dan makanan aman,” pungkas Yosef.
Comment