Putus Sebaran Covid-19, Setiap Fakultas di UIM Wajib Siapkan Wastafel

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Universitas Islam Makassar (UIM), Dr M Arfah Shiddiq MA meminta semua dekan fakultas untuk menyiapkan wastafel.

Wastafel ini, kata dr M Arfah, digunakan setiap mahasiswa, dosen maupun tamu untuk mencuci tangan sebelum masuk ruangan. Langkah ini salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 di kampus.

“Kami sudah meminta semua fakultas memasang wastafel di depan pintuk masuk. Selain itu, menyediakan petugas yang memiliki alat untuk mengcek suhu tubuh ketika mahasiswa, dosen maupun tamu yang akan masuk ke kampus,” jelasnya, Rabu, (04/11/2020).

“Langkah ini dilakukan sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk memutus rantai sebaran virus Covid-19,” tambahnya.

Kata M Arfah, sejak Maret 2020, pihaknya telah menerapkan aturan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak serta menggunakan masker.

“Kami sudah melakukannya sejak awal Maret lalu,” jelasnya.

Terkait aktivitas perkuliahan, jelas M Arfah, hingga saat ini prosesnya belum dilakukan secara langsung atau tatap muka. Semua masih dilakukan secara online.

“Baru-baru ini kami menggelar wisuda sarjana secara online. Walau banyak mahasiswa yang merasa keberatan, kami tetap melaksanakannya sesuai anjuran pemerintah,” lanjutnya.

Tak hanya itu, jelas M Arfah, Kuliah Kerja Nyata atau KKN mahasiswa juga dilakukan secara online. Termasuk supervisi, juga dilaksanakan secara daring.

“Namun, mahasiswa yang ingin mengurus adminitrasi tetap diperbolehkan datang ke kampus. Nmaun, harus mematuhi protokol kesehatan yakni dengan menggunakan masker dan handstalizer ketika hendak memasuki ruangan,” tutupnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM), Dra Zohra juga mengikatkan mahasiswa yang beraktivitas di kampus untuk mematuhi protap kesehatan selama masa pandemi covid-19.

Kata dia, mahasiswa bebas beraktivitas di kampus dengan catatan menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan memakai masker.

“Mahasiswa yang ingin mengurus ke kampus, tetap kami layani, tapi harus mematuhi protokol kesehatan. Mereka harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan. Jika ada mahasiswa yang tidak menggunakan masker, kami tidak mau melayani,” tegasnya(*)


Comment