Air Keruh Makassar Meluas, DPRD Desak PDAM Cari Solusi Permanen

Andi Suharmika

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendesak Perumda Air Minum (PDAM) Makassar untuk segera mengambil langkah permanen mengatasi persoalan air keruh dan debit tidak stabil yang kembali dikeluhkan warga di berbagai wilayah. DPRD meminta PDAM tidak lagi menggunakan solusi “tambal sulam” yang menyebabkan masalah ini terus berulang.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, menyatakan bahwa keluhan air keruh dan tidak mengalir lancar sudah menjadi “persoalan klasik” yang tidak seharusnya terjadi di tengah upaya peningkatan layanan publik.

Kena Dampak Langsung

Suharmika mengungkapkan bahwa gangguan ini telah meluas hingga ia sendiri turut menjadi korban.

“Saya juga kena dampaknya. Di rumah saya pun airnya keruh, sampai terpaksa pakai penyaringan. Ini artinya masalahnya sudah meluas. Kita tidak bisa lagi hanya menerima alasan karena perbaikan jaringan atau distribusi terganggu. Harus ada langkah permanen, bukan tambal sulam,” tegas Suharmika pada Kamis (23/10).

Menyikapi hal ini, DPRD berencana meminta penjelasan detail dari pihak manajemen PDAM terkait penyebab pasti gangguan teknis yang terjadi serta langkah nyata yang tengah dilakukan untuk menyelesaikannya.

Fungsi Pengawasan Diperketat

Suharmika menambahkan, DPRD akan menjadikan isu kebutuhan dasar ini sebagai perhatian serius dalam fungsi pengawasan. Peninjauan akan dilakukan melalui rapat Badan Anggaran dan pembahasan bersama Komisi B yang membidangi urusan ekonomi dan pelayanan publik, serta berkoordinasi lintas komisi.

“Kalau memang perbaikan jaringan atau instalasi sedang dilakukan, harus dijelaskan kapan selesai dan apa dampaknya bagi distribusi air di lapangan. Jangan sampai setiap tahun kita membahas hal yang sama. Warga butuh kepastian, bukan sekadar penjelasan teknis,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas utama PDAM. Politisi ini berharap manajemen PDAM bersikap lebih transparan dan proaktif dalam memberikan informasi kepada publik, terutama jika terjadi gangguan sementara.

“Kita ingin fokus membahas hal-hal besar yang bisa mendorong pembangunan kota. Tapi karena air bersih menyangkut kebutuhan dasar, ya mau tidak mau kita harus intervensi. Semoga PDAM segera menuntaskan masalah ini dan memastikan tidak terulang lagi,” tutup Suharmika.


Comment