PINRANG, BERITA-SULSEL.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samaturue Tiroang, Kabupaten Pinrang, terus memperkuat ekosistem pangan mandiri. Langkah ini bertujuan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Unit pelayanan di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) ini secara rutin membeli komoditas buah segar langsung dari kebun petani melon setempat. Menariknya, lokasi kebun tersebut berada dalam satu wilayah kelurahan dengan dapur operasional SPPG.
Pihak SPPG mengambil langkah strategis ini guna memotong rantai pasok distribusi. Selain itu, cara ini menjamin kesegaran buah saat anak-anak mengonsumsinya, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Berdasarkan data operasional, pihak pengelola akan menyalurkan pasokan melon dari Lingkungan Toe’ ke dalam 2.357 porsi makanan untuk siswa dan guru. Selanjutnya, mereka juga mengalokasikan 491 porsi untuk kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah operasional Kecamatan Tiroang.
Kepala SPPG Samaturue Tiroang, Sulfikar, menjelaskan bahwa kedekatan geografis antara kebun dan dapur gizi memberikan keuntungan besar. Oleh karena itu, standar kualitas gizi harian yang tersaji selalu terjaga dengan baik.
“Karena lokasi kebun petani melon ini berada dalam satu kelurahan dengan SPPG kami, buah bisa dipanen dan langsung diantarkan ke dapur dalam kondisi yang sangat segar,” kata Sulfikar.
Sulfikar menambahkan bahwa kerja sama ini membuktikan dampak positif kehadiran SPPG. Jadi, program ini tidak hanya memberi manfaat gizi bagi anak sekolah, melainkan juga menghidupkan kesejahteraan petani lokal.
Manfaat nyata dari program ini tentu saja menguntungkan Zam’un, seorang petani buah melon setempat. Lahan pertanian miliknya kebetulan berada dalam satu kelurahan dengan dapur SPPG Samaturue. Ia mengaku kemitraan ini langsung memberikan jaminan pasar yang sangat membantu stabilitas pendapatan mereka.
“Kami sangat bersyukur karena lokasi kebun kami dekat dan berada satu kelurahan dengan dapur SPPG. Hasil panen melon kami dibeli langsung dengan harga yang layak dan pasar yang pasti. Kami tidak perlu lagi memikirkan biaya akomodasi atau khawatir memperjuangkan pemasaran hasil kebun ke luar daerah,” ungkap Zam’un.
Selain memberikan jaminan serapan pasar bagi petani, SPPG Samaturue Tiroang juga terus memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan setempat. Sebelum ini, unit pelayanan tersebut telah aktif berkolaborasi dengan Bank Sampah Peduli Pinrang. Langkah nyata ini memastikan tata kelola limbah dapur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Comment