Taruna Ikrar Paparkan Konsep World Class University dan ABG kepada Gubernur URI Donny Ermawan

Taruna Ikrar Paparkan Konsep World Class University dan ABG kepada Gubernur URI Donny Ermawan

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menggelar pertemuan strategis bersama Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, di Jakarta. Kedua tokoh ini membahas langkah konkret untuk membawa URI menuju world class university melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam diskusi hangat tersebut, Taruna Ikrar menegaskan pentingnya penerapan konsep Academic, Business, Government (ABG). Pendekatan ini menggabungkan peran perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah guna mempercepat inovasi serta hilirisasi riset nasional.

“Kampus tidak bisa bergerak sendiri jika ingin bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, kita harus memadukan kekuatan akademik, industri, dan regulasi pemerintah,” ujar Taruna Ikrar.

Sektor akademik berfokus pada pengembangan ilmu dan riset. Sementara itu, dunia bisnis mengubah hasil penelitian menjadi produk bernilai ekonomi. Pemerintah kemudian melengkapinya melalui kebijakan yang mendukung perlindungan industri dalam negeri.

Selain membahas kolaborasi ABG, pertemuan ini juga menyoroti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Perkembangan AI yang pesat menuntut perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang adaptif, berintegritas, dan menguasai teknologi modern.

Kedua pihak juga menyepakati rencana pembentukan Sekolah Vokasi BPOM dan Sekolah Kedokteran URI. Sekolah vokasi akan mencetak tenaga ahli yang menguasai pengawasan mutu obat serta makanan. Di sisi lain, Sekolah Kedokteran URI bakal melahirkan dokter masa depan yang paham akan precision medicine, bioteknologi, dan kesehatan digital.

Gubernur URI, Donny Ermawan, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai bahwa penyiapan SDM unggul berbasis teknologi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di panggung dunia.


Comment