MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggebrak Expo Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan yang berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Selasa (15/9/2026). Kementerian UMKM Republik Indonesia bersama Universitas Hasanuddin merancang acara ini untuk mendorong kemajuan para pelaku usaha lokal.
Kehadiran BBPOM di Makassar bertujuannya mendekatkan layanan legalitas dan pengawasan obat serta makanan secara langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, BBPOM membuka booth khusus yang menyediakan berbagai fasilitas interaktif bagi pengunjung.
Petugas BBPOM melayani beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari konsultasi legalitas, informasi obat dan makanan, hingga pendampingan langsung aplikasi pendaftaran izin edar. Selain itu, BBPOM juga memajang contoh produk yang tidak memenuhi syarat sebagai bahan edukasi visual bagi para pengunjung.
Antusiasme pengunjung terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung. Puluhan pelaku usaha bergantian mengajukan pertanyaan terkait tata cara registrasi, syarat berkas, hingga langkah penggunaan aplikasi perizinan secara mandiri.
Hasilnya pun sangat memuaskan. Dalam waktu satu hari saja, BBPOM berhasil menerbitkan 3 Nomor Izin Edar (NIE) bagi pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan di lokasi. Pencapaian cepat ini membuktikan bahwa layanan BBPOM kini makin responsif dan mudah diakses oleh para pelaku usaha.
Di sisi lain, pajangan produk yang tidak memenuhi syarat berhasil menarik perhatian pengunjung. BBPOM memanfaatkan display tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar lebih cermat saat membeli obat maupun makanan dengan selalu mengecek keamanan, mutu, dan legalitasnya.
Momen ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku UMKM. Kolaborasi rapat ini bertujuan membangun ekosistem bisnis lokal yang sehat, legal, dan aman bagi konsumen.
Lewat aksi cepat ini, BBPOM di Makassar membuktikan komitmen nyatanya dalam mendukung UMKM Sulsel naik kelas secara aman dan legal.
Comment