PALOPO, BERITA-SULSEL.COM – Warga Kota Palopo mendesak Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan maraknya pengemis.
Salah satu warga Kota Palopo, Happy Elyzabeth Hutapea mengatakan, jumlah pengemis tak hanya orang dewasa. Tapi, mereka juga melibatkan anak-anak, bahkan bayi.
“Beberapa pengemis menggendong bayi seakan-akan alat untuk mendapatkan welas asih dari warga,” ujarnya.
Elyzabeth Hutapea mendesak pemerintah, melalui Dinas Sosial dan Satpol PP menertibkan para pengemis.
“Kemarin saya berbelanja di Sentral, ada anak-anak mengikuti saya minta uang, awalnya saya kasih Rp1000. Tak berselang lama kemudian datang yang lain. Mereka meminta dengan sedikit memaksa,” tulis Happy Elyzabeth Hutapea di status akun facebooknya.
Terpisah, Kadis Sosial Palopo, M Tahir saat dikonfirmasi mengaku baru menerima laporan dan melakukan kordinasi dengan Satpol PP menangani masalah tersebut.
Kata Tahir, pengemis adalah penyakit masyarakat dan menjadi persoalan nasional yang ada solusi terbaik menanganinya.
“Tugas dinsos adalah melakukan Pembinaan dan pengembalian ke daerah asal,” terangnya, Minggu (1/7/2018)
Tahir menghimbau masyarakat agar tidak melayani pengemis. Maka, dengan sendirnya pengemis itu akan hilang. (has)
Comment