Sekretariat DPRD Makassar Bahas Sistem Zonasi Pendidikan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM
Sekretariat DPRD Kota Makassar menggelar diskusi publik soal penyelenggaraan pendidikan berkualitas di Hotel Denpasar, Jalan Boulevard Panakukang, (4/10/2018).

Kegiatan yang dipandu Arini Nur Anisa menghadirkan, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perda Pendidikan Hamzah Hamid, Plt Kadis Pendidikan Hasbi dan dewan pendidikan Prof Muhammad Basri Wallo.

Kata Hamzah, anggapan sekolah favorit dan tidak favorit kerap kali muncul saat Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB). Dikotomi antara favorit dan tidak favorit berdampak merugikan sekolah tertentu, dan di sisi lain menguntungkan salah satu sekolah.

Kata dia, PPDB tahun ini mewajibkan sekolah menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit 90 persen dari total jumlah peserta didik yang diterima.

“Niat awal sistem ini adalah pemerataan, sistem zonasi memiliki sisi positif dan negatif, namun pada dasarnya baik bagi perkembangan dan kualitas pendidikan di Kota Makassar,” ungkap Hamzah.

Dampak buruk dari sistem zonasi itu, kata Hamzah, jika ada kecamatan yang tidak memiliki sekolah.

“Lihat saja di Kecamatan Makassar, SD dan SMP tidak ada, hal ini berdampak bagi calon peserta didik baru,” tutur Hamzah. (*)


Comment