MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Mega Pilar Pictures menggelar nonton bareng, oress conference dan jumpa fans film “Kapal Goyang Kapten“ bersama awak media di Mall Panakkukang 21, Makassar Rabu (28/8/2019).
Film ini tayang tanggal 5 September 2019 secara serentak diseluruh bioskop di Indonesia.
Roni Parini, produser bersama-sama menggarap film dengan Raymond Handaya sebagai sutradara sekaligus produser, sedangkan penulis skenario dipercayakan pada Mukhadly Acho dan Awwe.
Raymond Handaya mengatakan, produksi film “Kapal Goyang Kapten” menghabiskan 18 hari berlokasi di provinsi Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, Maluku Tenggara.
Kata dia, tempat ini dipilih menjadi lokasi syuting, memiliki banyak pulau dan pantai yang indah, sehingga cocok dengan kebutuhan lokasi yang ada dalam skenario.
Selain itu, film “Kapal Goyang kapten” memiliki keunikan yaitu merupakan komedi tentang pembajakan kapal yang biasanya akan sangat kental nuansa dramanya, tapi kali ini dibungkus dengan ramuan komedi.
“”Disini kami juga memotret hal yang terjadi di masyarakat, biasanya anak yang terlahir dari keluarga kaya, rata-rata terbiasa hidup enak dari lahir sehingga cenderung tidak bisa mandiri dan bekerja,” paparnya.
“Permasalahannya, bisa dari orang tua yang terlalu memanjakan anaknya dan takut untuk memberikan kepercayaan atau dari sisi anak yang memang sudah terbiasa hidup enak,” ungkap sutradara yang juga produser film ini.
Dalam Film ini karakter Daniel yang diperankan Ge Pamungkas diceritakan sebagai anak tunggal yang manja dari orang tuanya yang diperankan Roy Marten.
Selain itu, dalam film ini juga akan terlihat adegan yang memperlihatkan kembali budaya gotong royong.
“Film ini bercerita tentang 3 orang pembajak amatir yang mencoba untuk menguasai kapal wisata yang sedang berlayar di Laut Maluku. Kapal itu ada beberapa turis lokal dan seorang nahkoda,” ujarnya.
Namun, karena kebodohan para pembajak, mereka malah menenggelamkan kapal yang berisikan barang rampasan dari turis. Sehingga, mereka pun terjebak bersama dan akhirnya harus terdampar dan terjebak di sebuah pulau kosong. (*)
Comment