BONE, BERITA-SULSEL.COM – Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Bone, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Bone akhirnya mendatangi Gedung DPRD Bone, Kamis (2/1/20) siang.
Diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Bone, Saipullah Latief Manyala, Wakil Ketua DPRD, Indra Jaya, dan 3 legislator lainnya, massa aksi kembali menyampaikan sikap penolakan mereka terhadap pembangunan tower yang bakal menelan biaya hingga Rp100 M.
Baca Juga : Malu, Alasan Pemkab Bone Bangun Tower 10 Lantai
“Persoalan ditolak inilah yang menjadi bahan kami untuk menyampaikan kepada pimpinan dan kemudian ditindaklanjuti dengan rapat dengar pendapat, tapi sekali lagi kami tidak menjamin diterima karena kami dalam posisi minoritas sementara keputusan DPR itu kolektif kolegial,” tutur Saipullah.
Baca Juga : Ketua Satgas Dana Desa Pulang, Kades di Bone Ramai Penuhi Rakor DPMD
Pembangunan tower, disebut Saipullah dimasukkan dalam mandatory spending dan telah lama direncanakan oleh Pemkab Bone bersama DPRD untuk dijadikan bangunan monumental. Bangunan ini menelan biaya awal sebesar Rp30 M, sementara Rp70 M nanti akan dibagi dalam 2 tahun berikutnya dengan menggunakan dana APBD.
“Seandainya pembangunan ini dilanjutkan, tugas kita bagaimana mengawasi agar tidak ada kongkalikong didalamnya. Mari kita sama-sama menunggu hasil dari penyampaian aspirasi hari ini karena didalam hukum apapun bisa dirubah, hanya Al Quran yang tidak bisa dirubah,” tambahnya.
Sebagai komitmen untuk peserta aksi, pihak DPRD berjanji akan membuka ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) setelah giat reses anggota DPRD yang akan dilaksanakan hingga 6 hari kedepan. (eka)
Comment