STIE Nobel Indonesia Makassar Kukuhkan 439 Wisudawan

STIE Nobel Indonesia Makassar Kukuhkan 439 Wisudawan

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassas menggelar Wisuda Sarjana XIV dan Pascasarjana VI, di Ballroom Sandeq, Claro Hotel, Selasa (25/2/2020).

Sebanyak 439 wisudawan dikukuhkan yang terdiri dari 58 Sarjana Strata 1 (S1) dan 381 program Pascasarjana dari dua Program Studi yakni Manajemen serta Akuntansi.

Ketua Yayasan STIE Nobel Indonesia Makassar, Mashur Razak mengatakan, sampai hari ini kampusnya tetap konsisten pada visi awal berdirinya yakni menciptakan alumni yang berdaya saing dan berjiwa enterpreneur.

Sehingga, lahir kebijakan terbaru yakni bagaimana seluruh mahasiswa yang ingin menyelesaikan masa studi, wajib memiliki perusahaan atau usaha.

“Lewat kebijakan ini, mereka tidak boleh menyusun skripsi dan wisuda kalau mereka belum punya perusahaan. Jadi yang tadi barusan di wisudan 100% semua sudah punya perusahaan dan itu semua berbadan hukum, baik bentuknya PT maupun CV,” ujarnya kepada awak media.

Mashur Razak mengungkapkan, wisuda sarjana periode ini tidak hanya istimewa dengan jumlah peserta terbanyak. Namun, hal menarik lainnya ada penganugrahan pengharagaan kepada tokoh publik yang dianggap berprestasi dibidang pendidikan.

“Wisuda kali ini terbilang spesial. Selain wisuda terbanyak juga ada pemberian penghargaan kepada bapak Ir. Suhardi Saleh yang menjabat sebagai Bupati Barru,” ujarnya kepada awak media.

Kata dia, salah satu alasan STIE Nobel memberikan penghargaan tersebut sebab Ir. Suhardi Saleh telah aktif mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diwilayah kabupaten Barru untuk melanjutkan studi pendidikan.

“Dari total 4000 ASN di Barru, 73% diantaranya sarjana dan 7 telah masuk kualifikasi Doktor. Tercatat 100 orang ASN dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Barru melanjutkan studi di Pascasarjana STIE Nobel Indonesia. Saya kira ini prestasi yang patut untuk diapresiasi,” ungkapnya.

Mashur Razak juga mengatakan, selain penganugrahan kepada Tokoh Publik, yang juga tak kalah menarik yakni pemberian penghargaan kepada wisudawan aktvivis mahasiswa terbaik.

“Itu salah satu apresiasi kita kepada mahasiswa. Karena, menjadi aktivis kampus itu juga memerlukan pengorbanan, Banyak diantara mereka yang terlambat kuliahnya karena karena selain berkuliah, mereka mengurus organisasi,” ujarnya.

“Orang-orang yang sukses itu adalah yang memiliki kemampuan softskill dan organisasi adalah tempat untuk mengembangkannya. Jadi jangan pernah takut untuk berorganisasi,” tutupnya.


Comment