Pacquiao Tutup Karier Tinju dengan Kalahkan Timothy Bradley

Pacquiao Tutup Karier Tinju dengan Kalahkan Timothy Bradley. Foto :telegraph.co.uk
Pacquiao Tutup Karier Tinju dengan Kalahkan Timothy Bradley. Foto :telegraph.co.uk

LAS VEGAS, BERITA-SULSEL.COM – Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao atau Pacman menutup perjalanan kariernya dengan hasil manis setelah keluar sebagai pemenang dalam duel melawan petinju Amerika Serikat, Timothy Bradley, Minggu (10/4/2016) siang WIB di MGM Green Garden Arena, Las Vegas,

Hal ini ditetapkan setelah juri menilai Pacquiao tampil lebih baik pada duel kali ini. Bradley sebelumnya membuka duel dengan baik. Petinju berusia 32 tahun itu mampu mendaratkan pukulannya di posisi yang tepat. Pada ronde pertama dan kedua, ia pun terlihat tampil jauh lebih baik ketimbang Pacquiao.

Sayangnya di ronde ketiga, Pacquiao mulai tampil lebih baik. Petinju berusia 37 tahun itu mulai menunjukkan kekuatannya yakni kecepatan. Bradley pun terlihat kesulitan untuk mengimbangi kecepatan yang ditunjukkan Pacman. Pacman pun terlihat lebih unggul di ronde ini.

Penampilan luar biasa Pacquiao mampu dilanjutkan hingga ronde keempat, kelima, keenam, dan ketujuh. Meski Bradley mulai bisa mengimbangi, Pacquiao tampil luar biasa dengan beberapa kali mendaratkan pukulan pada posisi yang tepat. Bahkan di ronde keempat, pria berpostur 166 sentimeter itu dinilai mampu menunjukkan pukulan terbaiknya.

Sementara Timothy Bradley gagal mewujudkan mimpinya untuk mengalahkan salah satu bintang tinju dunia, Manny Pacquiao. Meski kecewa, Bradley mengakui kehebatan yang dimiliki lawannya itu.

Pada laga yang berlangsung di MGM Green Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, tersebut, Pacquiao dipastikan menjadi pemenang berdasarkan keputusan tiga juri yang kompak memberikan skor akhir 116-110. Alhasil, gelar WBO kelas welterweight yang diperebutkan pada kali ini pun menjadi milik Pacman.

Bradley mengaku kecewa dengan kegagalannya. Meski demikian petinju berusia 32 tahun itu menilai Pacquiao memang layak menjadi pemenang dalam duel ketiga yang terjadi di antara mereka tersebut.

“(Pacquiao) sangat cepat, sangat eksplosif. Sulit untuk benar-benar menilainya. Dan dia sangat berpengalaman. Dia menggunakan pengalamannya untuk mengalahkan saya,” kata Bradley, seperti dimuat The Guardian, Minggu (10/4/2016). (*)


Comment