Lawan Diabetes, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Program SIGAP dan Pemanis Sehat di Polewali

POLEWALI, BERITA-SULSEL.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi pencegahan diabetes sekaligus memperkenalkan alternatif pemanis pengganti gula kepada masyarakat Desa Polewali.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai diabetes sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Hasanuddin, Riski Alfarizy Saputra, memimpin langsung kegiatan edukasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa diabetes merupakan penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah meningkat akibat tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau insulin tidak bekerja secara optimal.

Selanjutnya, ia mengajak masyarakat mengenali gejala diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, sering lapar, mudah lelah, mengantuk, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta luka yang sulit sembuh.

Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai indikator pemeriksaan gula darah. Hasil Gula Darah Sewaktu (GDS) sebesar ≥200 mg/dL dapat mengarah pada diagnosis diabetes, sedangkan Gula Darah Puasa (GDP) ≥126 mg/dL juga menjadi salah satu indikator penyakit tersebut. Sementara itu, kadar gula darah puasa 100–125 mg/dL menunjukkan kondisi pradiabetes sehingga memerlukan perubahan gaya hidup sejak dini.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, mahasiswa memperkenalkan Program SIGAP, singkatan dari Siap Hidup Sehat, Giat Bergerak, Atur Makan, dan Pantang Gula Berlebih. Program ini mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik yang rutin, pengaturan pola makan, serta pembatasan konsumsi gula setiap hari.

Dalam pemaparannya, tim KKN juga mengingatkan bahwa batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah 50 gram atau setara sekitar empat sendok makan per hari. Oleh karena itu, mahasiswa mengenalkan berbagai alternatif pemanis pengganti gula yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat, terutama bagi individu yang perlu mengendalikan kadar gula darah.

Tidak hanya membahas pencegahan, kegiatan tersebut juga mengulas berbagai faktor risiko diabetes, mulai dari pola hidup tidak sehat, kelebihan berat badan atau obesitas, usia di atas 40 tahun, hingga riwayat keluarga. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengurangi risiko komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga luka kronis yang sulit sembuh.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Penyampaian materinya sangat jelas. Kami kini mengerti batasan konsumsi gula harian dan pentingnya memeriksa kesehatan secara rutin,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Haryati, A.Md.Keb., Bidan Pustu Desa Polewali. Menurutnya, edukasi yang diberikan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Angkatan 69 sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Program seperti ini sangat dibutuhkan, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan para lansia mengenai pentingnya mencegah diabetes sejak dini,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Karena itu, warga diajak membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, serta melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan mampu mencegah diabetes sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.


Comment