
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sejumlah kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi ramai-ramai mengikuti pelaksanaan musyawarah Partai Golkar di Bali. Para pimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mengikuti aktivitas Syahrul Yasin Limpo sebagai calon ketua umum dan meninggal tugas mereka.
Kepala SKPD Pemprov Sulsel yang mengikuti Munas Golkar yakni Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Darmawan Bintang, Kepala Dinas Tarkim Andi Bakti Munir, Kepala BKD Tamsil, Kepala Badan Pengelolaan dan Pembangunan Desa Mustari Soba, Kepala Biro Kerja Sama Faisal Malik, Plt Kadis Pertanian Fitriani, Direktur RSU Dadi Ayunsri Harahap, Kepala Satpol PP Iqbal, Kepala Kesbang Asmanto, Kepala Dispenda Tau Toto Ranggina.
Dari informasi yang ada, Toto tidak ke Bali tapi ikut saat kampanye Syahrul Yasin Limpo di Surabaya, ada apa??
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Pusat Studi Demokrasi Unhas Try Febrianto mengatakan, tak ada hubungan kerja antara SKPD Pemprov dengan Munas Golkar. Kehadiran mereka di Bali dan kampanye memperlihatkan kepada publik, mereka terlibat langsung dalam politik praktis.
“Ini Munas Golkar, acara politik. Lalu kenapa ada semua kepala SKPD plus kepala bidang dan sub bidang yang ikut. Ini pelanggaran besar. Melanggar UU ASN Nomor 5 tahun 2014,” ujar Try, Senin (16/5/2016).
Ia juga menyesalkan sikap Syahrul Yasin Limpo yang membiarkan dan tidak melarang bawahannya untuk ikut berpartisipasi. Tak hanya itu, pada ANS tersebut juga menggunakan atribit Partai Golkar.
“Katanya SYL negarawan, kok ikut kontestasi politik libatkan kepala Dinasnya? Atau jangan-jangan kadis ini penyuplai dana komandan. Wah harus diusut itu,” ujarnya.
Tak hanya itu, beredar informasi ada Kepala SKPD bertugas menjadi pengumpul dana untuk kepentingan politik di Bali.
informan dari internal Pemprov Sulsel yang namanya minta tak dituliskan menyebutkan penagih atau pengumpul dana SKPD dilingkup Pemprov Sulsel adalah Kepala Kesbang Sulsel Asmanto. Tak hanya Asmanto, nama Malik Faisal yang juga Kepala Biro Kerja sama yang juga disebut sebagai menjadi tukang tagih.
“Anggaran yang dikumpulkan dari para SKPD ini untuk buat baliho SYL serta akomodasi rombongan ke Bali,” ujar kepala bidang salah satu SKPD di Pemprov Sulsel yang meminta namanya tak dituliskan. (*)
Baca Juga
Comment